Jumat, 29 Mei 20

Jokowi Maklumi Aksi Mogok Transportasi Publik

Jokowi Maklumi Aksi Mogok Transportasi Publik

Jakarta – Presiden Jokowi mengaku pemerintah tidak punya pilihan selain harus menaikan harga BBM bersubsidi. Manfaat dari kebijakan itu kata Jokowi baru akan dirasakan masyarakat satu hingga dua tahun ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi aksi mogok transportasi publik dalam menyikapi kenaikan harga BBM. Menurut kepala negara aksi mogok itu wajar saja dilakukan akan tetapi nantinya para pelaku penyedia transportasi itu tahu manfaatnya.

“Nanti setelah semuanya tahu kegunaannya apa, manfaatnya apa, juga nanti akan memahami. Karena ini memang keputusan sulit,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/11/2014).

Jokowi beralasan kebijakan kenaikan harga BBM ini supaya subsidinya bisa dialihkan ke sektor yang lebih produktif. Pemerintah tidak mau begitu saja menguras uang negara dari APBN.

“Bahwa kami ingin manfaat APBN itu betul-betul kelihatan dan kami tidak mau boros,” kata Jokowi.

Pemerintah telah menaikkan harga BBM premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500. Dari peningkatan harga BBM bersubsidi itu, pemerintah akan menghemat pengeluaran untuk subsidi BBM sampai Rp 120 triliun. (Has)

 

Related posts