Rabu, 22 September 21

Jokowi Larang Impor Kapal

Jokowi Larang Impor Kapal

Batam, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kaget usai meninjau PT Anggrek Hitam Ship Building and Ship Rapair, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri galangan kapal di Jalan Raya Pelabuhan Kabil, Kec Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Galangan kapal ini memiliki lahan seluas 10 hektar.

“Tadi setelah mutar, setelah melihat industri galangan kapal yang ada di Batam, saya menjadi terbuka sekali, terbuka mata saya bahwa industri galangan kapal yang ada di Indonesia itu mampu membangun sendiri,” ungkap Jokowi saat bertemu pengusaha galangan kapal di Batam, Minggu (21/6/2015).

Jokowi mengatakan dengan target poros maritim yang akan dibangun dengan sea connectivity, Indonesia memang membutuhkan sebuah industri maritim, industri perkapalan dan galangan kapal yang mampu memproduksi sendiri tanpa harus bergantung pada impor.

“Karena tadi saya tanya kepada menejemen di PT Anggrek hampir semua industri galangan kapal itu kita bisa kerjakan sendiri, baik itu kapal penupang, kapal tanker, kapal kargo, roro, baik untuk ship tank juga itu kita bisa dan lain-lain jenis kapal, yang dulu saya tidak bisa membayangkan,” ucap presiden.

Di Indonesia terdapat 250 industri galangan kapal, sedangkan untuk di Batam saja ada 104. Walaupun perusahaan-perusahaan itu merupakan investasi dari pengusaha dari dalam maupun luar negeri, namun menurut presiden jumlah tersebut sudah termasuk banyak sehingga ia yakin akan mampu memproduksi kapal untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Oleh sebab itu setelah ini saya pulang akan saya kumpulkan semua kementerian yang berkaitan dengan kapal, BUMN yang berkaitan dengan pesanan kapal, akan saya kumpulkan semuanya,” katanya.

Presiden akan melisting jumlah dan jenis kapal yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dalam lima tahun ke depan. Misalnya melisting kebutuhan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian KKP, Kementerian Pertahanan kemudian sejumlah perusahaan BUMN.

“Semuanya saya yakin sangat membutuhkan. Saya akan kumpulkan dulu dan saya akan sampaikan tidak boleh lagi pesan ke luar. Ngapain wong kita disini bisa, apa gitu loh. Neraca perdangan kita semakin jebol kalau kita terus terusan kayak gitu,” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.