Selasa, 4 Oktober 22

Jokowi: Kota yang Maju Tak Boleh Kurangi Ruang Publik

Jokowi: Kota yang Maju Tak Boleh Kurangi Ruang Publik

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya ruang publik yang berkualitas. Ruang publik, harus menampakkan budaya kepublikan yang sifatnya inklusif dan harus benar-benar bisa dinikmati oleh semua unsur masyarakat, tidak terkecuali ‎penyandang disabilitas.

“Ruang publik harus benar-benar bisa dinikmati oleh semua, tanpa diskriminasi,” ucap Jokowi saat memberikan sambutan pada Hari Habitat Dunia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Presiden mengatakan bahwa penyediaan ruang publik yang berkualitas sangat penting untuk kita semua, untuk masa depan anak-anak bangsa. Ru‎ang publik bukan semata-mata ruang terbuka, tapi ruang publik adalah ruang budaya masyarakat.

“Sebenarnya jika kita melihat kembali kearifan budaya bangsa, ruang publik sudah menjadi bagian dalam budaya masyarakat kita. Ruang publik juga ruang bersama, dimana warga bisa berinteraksi satu dengan yang lain,” kata Presiden.

Presiden melanjutkan bahwa ruang publik membutuhkan prasyarat budaya, yakni budaya kepublikan. Budaya yang mengakui dan menghormati adanya publik atau ruang bersama. Da‎ri situ ditumbuhkan nilai-nilai rasa memiliki, keinginan merawat, membangun toleransi dan menjaga ruang bersama.

“Ruang yang digunakan bersama-sama. Misalnya, trotoar, jalan, lapangan, atau bahkan stasiun kereta atau bis dilihat sebagai ruang bersama.”

“Dengan trotoar semakin lebar maka akan lebih banyak warga berjalan kaki. Jangan justru trotoar dipakai jualan atau dipakai jalan oleh pengendara motor. Selokan atau sungai justru jadi tempat buang sampah,” terang Jokowi.

Presiden memberikan contoh lain dari ruang publik seperti alun-alun kota yang dari dulu selalu jadi tempat warga bertemu, tempat warga menyampaikan ekspresinya bahkan menjadi tempat rekreasi keluarga. Se‎makin maju sebuah kota, kata Presiden seyogyanya ruang publik yang ada tidak menjadi makin berkurang.

“Justru ruang publiknya harusnya semakin banyak dan berkualitas. Jangan justru lapangan dan area-area terbuka justru hilang” tandasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.