Jumat, 24 September 21

Jokowi – JK Tidak Suka Bahasa Konsep yang Njelimet

Jokowi – JK Tidak Suka Bahasa Konsep yang Njelimet

Jakarta  – Hari ini, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) resmi mengumumkan pembubaran kelompok kerja (Pokja) deputi tim transisi. Dalam acara pembubaran tim Transisi ini, Jokowi menyampaikan beberapa sambutan, diantaranya menggungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya dalam memberikan input maupun opsi kepada pemerintahan Jokowi-JK mendatang.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kerja bapak-ibu dalam memberikan input serta opsi-opsi kepada kami Jokowi-JK dalam mengambil kebijakan nanti,” ujar Jokowi dalam sambutannya di Rumah Transisi, Jakarta, Minggu (28/9/2014) malam.

Jokowi menilai, konsep atau input kajian yang diberikan kepadanya tidak terlalu banyak bertele-tele atau kebijakan yang langsung dapat dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Dalam arti kata, konsep yang diingin tidak dengan bahasa tinggi atau njelimet (bahasa Daerah).

“Saya dan pak JK ini tidak suka bahasa konsep yang ngejelimet, nanti bisa-bisa saya dan pak JK makin kurus membaca konsep seperti itu,” jelasnya.

“Saat ini tidak ada bidang yang prioritas, karena saat ini semuanya menjadi prioritas karena sekarang ini kita semua terlambat dalam membangunnya,” tambah Jokowi.

Namun, Jokowi optimis pemerintahannya nanti bisa melaksanakan swasembada pangan alias kedaulatan pangan dalam kurun waktu tiga tahun. “Memang negara ini banyak masalah, tapi tidak menyurutkan optimisme kami untuk bersama-sama membangun Indonesia. Setelah kami hitung-hitung, swasembada pangan dapat kita pegang 3-4 tahun,” kata Jokowi.

Hanya saja untuk kecukupan bahan pokok kedelai dan daging, diakuinya, masih membutuhkan waktu yang panjang. Tapi dia tetap optimis Indonesia akan mencapai pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen dalam waktu singkat.

“Mungkin kedelai dan daging agak mundur, tapi kita akan mencapai pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen dalam tiga tahun ke depan,” pungkasnya. (Pur)

 

Related posts