Senin, 17 Juni 24

Jokowi–JK Dinilai Gagal Pimpin Indonesia

Jokowi–JK Dinilai Gagal Pimpin Indonesia

Padang, Obsessionnews Pelemahan rupiah atas dolar berikut harga bahan pokok yang melambung tinggi menyebabkan Indonesia di ambang kondisi gawat darurat.  Belum lagi kenaikan harga gas elpiji, menyusul kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan perpanjangan kontrak PT Freeport, dinilai semakin menambah luka hati masyarakat.

Kondisi bangsa yang dihadapi saat ini menjadi agenda yang diusung aktivis mahasiswa di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (19/3). Mereka menilai Jokowi-JK gagal memimpin Indonesia.

Aktivis mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Negeri Padang (UNP) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumbar. Koordintaor umum Aliansi Mahasiswa Sumbar Galant Victory mengatakan, mereka menuntut pemerintah untuk bersikap tegas dan serius dalam menyelesaikan permasalahan di tanah air, salah satunya menstabilkan rupiah.

Pengunjuk rasa menuntut pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan perekonommian Indonesia dan menurunkan harga bahan pokok. Mereka juga memprioritaskan penegakan hukum secara adil dan menyelamatkan KPK dari kriminalisasi serta mengembalikan kewenangan KPK sebagai institusi penegah hukum. Selain itu mereka mendesak pemerintah menyelamatkan institusi Polri dengan segera melakukan pemilihan kepala Polri yang jujur dan bersih.

Mahasiswa juga meminta pemerintah untuk melakukan nasionalisasi aset dan bersikap tegas dalam setiap agenda pemberantasan korupsi. Pemerintah Jokowi harus melaksanakan komitmen janji pra pilpres sebagaimana tertuang dalam Nawacita.

Para pengunjuk rasa mengumpulkan tanda tangan di atas kain kanvas warna putih sepanjang 10 meter. Tanda tangan dukungan itu akan mereka kirim lewat pos berikut pernyataan sikap mereka yang ditujukan kepada pemerintah. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.