Selasa, 28 Juni 22

Jokowi-JK Diharap Bisa Berantas Konglomerat Hitam

Jokowi-JK Diharap Bisa Berantas Konglomerat Hitam

Jakarta – Keterpilihan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, rakyat berharap ke depan pasangan Jokowi – Jusuf Kalla (JK) lebih peka terhadap kepentingan rakyat. Khususnya dalam memberantas mafia dan konglomerat hitam yang telah merampas kesejahteraan rakyat.

“Saya berharap Jokowi peka dan tajam kepada kelompok kepentingan yang disangkutkan oleh para mafia atau konglomerat hitam seperti sejumlah nama yang ada saat ini di media,” ujar pengamat politik Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad dalam diskusi ‘Membaca Arah Kabinet Jokowi-JK; Kabinet Trisakti atau Transaksi’, di Jakarta, Minggu (28/9/2014).

Salah satunya, lanjut Herdi, dalam penempatan BUMN yang selama ini menjadi bahan penjarahan. “Seperti Ari Soemarno dan keluarganya itu salah satu yang harus diwaspadai,” katanya.

Sementara itu, Pengamat politik Sigma, Said  Salahuddin mengingatkan kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi – JK agar menghindari transaksi politik dalam penyusunan kabinet. Ajaran Trisakti yang diharapan Jokowi ke depan harus benar-benar dijaga.

“Transaksional ini harus diminimalisir. Ajaran Trisakti sepanjang kita setuju harus dijaga, dikawal. Nama-nama menteri ini harus diperhatikan track recordnya, bukan hanya kelebihannya tapi siapa dia sebenarnya,” ujar Said dalam diskusi di salah satu Cafe bilangan Cikini Jakarta.

Menurut Said, Jokowi harus mempunyai pemikiran tersendiri disamping menerima masukan dari Tim Transisi. Tim yang dibentuk khusus untuk mempersiapkan pemerintahan baru. Tim ini berkantor di Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat.

“Kita pantas khawatir, kalau Jokowi mempercayakan pada tim transisi dan tim transisi itu asal-asalan, jadi berantakan kan,” ungkapnya. (Pur)

 

Related posts