Rabu, 8 Desember 21

Jokowi: Jangan Kompromi Terhadap Radikalisme

Jokowi: Jangan Kompromi Terhadap Radikalisme
Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi mendorong semua unsur aparat untuk melawan tindakan terorisme, radikalisme dan ekstrimisme dengan tanpa kompromi. Presiden mengingatkan jangan sampai negara kalah dengan kelompok tersebut.
“Harus dihadapi jangan sampai ada kompromi, tanpa kompromi. Hal-hal yang berkaitan dengan terorisme, negara harus menang,” tegas presiden usai menghadiri apel kebesaran di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/4/2015).
Jokowi mengatakan ke depan negara akan menghadapi tantangan besar dalam memerangi kelompok radikalisme di Indonesia. Oleh karena itu, menurutnya perlu ada langkah ketegasan dan keseriusan bersama guna secara dini membatasi ruang gerak kelompok terlarang itu.
Kepala Negara menjelaskan ada dua syarat yang bisa dilakukan apabila sebuah negara ingin tumbuh maju. Pertama adalah soal menjaga stabilitas politik dan keamanan. Lalu, kedua menyangkut pembangunan infrastruktur untuk konektivitas antar kota, antar provinsi dan antar pulau.
“Dengan stabilitas politik, stabilitas keamanan itulah kita bisa membangun tentu saja diiringi dengan pembangunan infrastruktur,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi mensuport kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan meningkatkan anggaran pada lembaga itu hingga 60 persen. Anggaran itu akan digunakan untuk belanja alat utama sistem persenjataan dan peningkatan kesejahteraan prajurit.
“Saya yakin dengan kesolidan TNI masalah keamanan dengan penegakan keamanan illagal fishing dan illegal logging bisa kita berantas,” tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Presiden mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Keuangan untuk merealisasikan anggaran baru bagi TNI. Menurut presiden paling lambat awal bulan depan anggaran tersebut sudah bisa dinikmati oleh seluruh anggota kesatuan TNI.
“Ini juga kabar baik tadi pagi saya sudah telp Menpan dan Menkeu, jadi kenaikan tunjangan kinerja menjadi kurang lebih 56 sampai 60 persen akan diterima saudara-saudara pada awal bulan yang akan datang,” pungkas presiden.
Dikatakan dia dengan dibekali dengan anggaran yang besar maka akan mendorong peningkatan kapasitas kinerja TNI yang lebih baik. Ia menuturkan bahwa apabila stabiltas keamanan terjaga maka akan membuka jalan positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saya optimis bahwa stabilitas politik dan keamanan pembangunan 5 tahun mendatang, meskipun tantangan dalam negeri dan global tapi ekonomi kita akan tumbuh,” katanya. ‎(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.