Senin, 27 September 21

Jokowi Jamin Penerima KJP Tidak Ada yang Dobel

Jokowi Jamin Penerima KJP Tidak Ada yang Dobel
* Bincang-Bincang: Presiden Joko Widodo (kanan), Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan berbincang sebelum acara penyerahan KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Jakarta, Obsessionnews – Penyerahan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Jakarta Timur dihadiri Presiden dan menteri Kabinet Kerja.

“Dalam KKS per bulan berisi Rp 200 ribu, kalau diambil tiga bulan Rp 600 ribu, KKS sendiri bisa diambil tiga kali setahun,” kata Presiden Joko Widodo saat penyerahan KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Sapa Warga: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa penerima manfaat dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).
Sapa Warga: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa penerima manfaat dari Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Di Jakarta Timur, diserahkan 181 KKS plus 260 kartu tambahan asistensi Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB). Juga, Presiden menjamin penerima KIP tidak akan tumpang tindih dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun KIS dengan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

“Sudah dilakukan penyisiran satu per satu, sehingga tidak akan dobel penerima KIP dengan KJP maupun KIS dan KJS, ” tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Serahkan Kartu: Secara simbolis Presiden RI Joko Widodo menyerahkan kepada para penerima manfaat dari KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).
Serahkan Kartu: Secara simbolis Presiden RI Joko Widodo menyerahkan kepada para penerima manfaat dari KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Usai menyerahkan kartu sakti, Jokowi memberikan kuis berupa pertanyaan nama-nama bunga dan seorang warga, Ibu Namih, bisa menjawab dengan benar dan ia pun diberi hadiah satu unit sepeda.

Sapa Warga: Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK, Dirut BPJS, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyapa warga penerima manfaat KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).
Sapa Warga: Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK, Dirut BPJS, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyapa warga penerima manfaat KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Selain itu, pertanyaan kedua diberikan orang nomor wahid di Indonesia itu tentang nama-nama binatang, dan seorang anak sekolah dari Rawa Bunga, Doni, bisa menjawab dengan benar dan ia pun mendapatkan hadiah satu unit sepeda.

Sapa Warga: Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK, Dirut BPJS, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyapa warga penerima manfaat KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).
Sapa Warga: Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK, Dirut BPJS, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyapa warga penerima manfaat KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Acara dihadiri Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek, serta Dirut BPJS Fahmi Idris.

Sebelumnya, acara serupa digelar di halaman Masjid Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/5/2015), terdiri dari 477 KK untuk KKS, KIP 636 Siswa dan KIS 1.525 Jiwa.

 Ketemu Awak Media: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bertemu para awak media usai penyerahan KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Ketemu Awak Media: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bertemu para awak media usai penyerahan KKS, KIP dan KIS di Kantor Pos Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (13/5/2015).

Warga Tak Mampu Berhak Terima KKS, KIP dan KIS
Program perlindungan sosial dilakukan dengan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang diperuntukan bagi rumah tangga tidak mampu yang ditandai pemberian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). “Setiap keluarga tidak mampu berhak mendapatkan perlindungan dari pemerintah melalui KKS, ” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saatpeluncuran KKS, KIP serta KIS di halaman Masjid Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (13/5/2015).

Tidak hanya KKS, diberikan juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk anak usia 6 – 21 tahun dari keluarga tidak mampu, serta Program Indonesia Sehat (KIS) untuk menjamin dan memastikan masyarakat tidak mampu mendapat manfaat pelayanan kesehatan. “Tahun ini, di Kelurahan Penjaringan, KKS menyasar 477 Kepala Keluarga (KK), KIP menyasar 636 anak sekolah, serta KIS diperuntukan bagi 1.525 jiwa, ” katanya.

Untuk peluncuran KKS, KIP dan KIS di tempat lainnya akan dilaksanakan di Provinsi Sumatera Barat, kemudian di Sulawesi Tengah, tepatnya di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Parigi Moutong, serta di Sulawesi Utara di Kepulauan Sangihe Talaud. “Perlindungan sosial merupakanimplementasidari strategi pembangunan yang dijabarkan dalam sembilan agenda strategis, yaitu Nawacita sebagai landasan dari pembangunan nasional, ” katanya.

Pembangunan Nasional dengan cara Trisakti merupakan upaya membangun masyarakat, mengatasi ketimpangan sosial, meningkatkan produktivitas rakyat lapisan menengah kebawah, sertapembangunan yang didukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Realiasinya melalui kebijakan pembangunan yang diarahkan untukmempercepat pemenuhan kebutuhan dan layanan dasar rakyat, penanggulangan kemiskinan, mengatasi kesenjangan antarkelompok dan wilayah, serta meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). (Herdianto)

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.