Minggu, 17 Oktober 21

Jokowi Ingin Proyek Terintegrasi Dibangun di Seluruh Daerah

Jokowi Ingin Proyek Terintegrasi Dibangun di Seluruh Daerah

Banggai, Obsessionnews – Presiden Jokowi meresmikan Mega Proyek Pertamina Terintegrasi yang merupakan proyek hulu hingga hilir minyak dan gas bumi dengan nilai total investasi 5,8 miliar USD. Peresmian dilakukan di lokasi kilang Donggi Senoro LNG, Desa Uso, Batui, Banggai, Sulawesi Tengah.

Proyek-proyek tersebut yaitu terdiri dari Fasilitas Produksi Lapangan Gas Senoro SKK Migas Job Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi, Pengapalan Perdana Kargo PT Donggi-Senoro LNG, dan Pengoperasian Lapangan Gas GG Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java.

“Cari hambatan-hambatan yang berkaitan dengan proses integrasi ini. Kalau hambatannya kecil atau sedang bisa diselesaikan tapi kalau besar perlu backup politik dari presiden silahkan sampaikan kepada saya,” ujar presiden dalam pidatonya, Minggu (2/8/2015).

Presiden mengatakan proyek-proyek teringrasi harus terus dibangun di seluruh daerah. Baik itu energi yang terintegrasi dengan industri, dimana industri yang tidak hanya mengolah setengah jadi tapi barang jadi supaya akan memberikan dampak besar kepeda negara.

“Oleh sebab itu saya sudah berpesan kepada seluruh gubernur, bupati dan walikota agar yang namanya kawasan industri itu supaya siapkan lahannya, begitu investor datang kalau siapkan jangan tanggung-tanggung.”

Jokowi Bg-2

“Yang dullu-dulu menyiapkan kawasan 10 hektar atau 15 hektar untuk apa, gak menarik. Siapkan 2000 atau 1500 hektar itu lebh menarik, supaya bisa memberikan dampak ekonomi baik itu kepada daerah, provinsi dan negara,” kata presiden.

Ia melanjutkan pemerintah memiliki komitmen untuk terus membangun energi, akan tetap persoalannya pertumbuhan ekonomi belakangan lebih bertumpu pada konsumsi domestik. Oleh karena itu menurut presiden kondisi itu harus diubah supaya bertumpu pada sistem produksi.

“Kita ini negara basar dengan kekayaan alam dengan bahan mentah banyak sekali, ini yang harus dihilirisasi. Kita harus memulai lagi pemikiran reindustrialisasi bersar-besaran misalnya kelapa sawit harus dioleh di Indonesia sehingga akan jadi nilai tambah besar dan lapangan kerja,” ucap dia.

“Juga bahan-bahan mentah minerba, yang saya lihat di Morowali, nikel yang diolah setengah jadi. Karena itu memberi nilai tambah besar sekali saya diberi hitung-hutungan sampai 70 kali nilai tambahnya, siapa yang dapat? negara, siapa yang dapat? daerah, siapa yang dapat? Kabupaten,” tutup presiden. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.