Minggu, 24 Oktober 21

Jokowi Ingatkan Jangan Sampai Pasar Dalam Negeri Dikuasi Asing

Jokowi Ingatkan Jangan Sampai Pasar Dalam Negeri Dikuasi Asing

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi menyatakan bahwa pasar Indonesia sangat besar dan itu sangat baik bagi wirausaha nasional untuk mengembangkan usahanya. Presiden mengingatkan jangan sampai pasar yang besar itu justru direbut wirausaha-wirausaha dari luar negeri.

“Jangan mau pasar kita diduki oleh wirausaha dari negara lain, karena itu kuasi terlebih dahulu,” ujar presiden dalam pembukaan Gerakan Kewirausahaan Nasional di gedung JCC, Jakarta, kamis (12/3/2015).

Jokowi optimis ekonomi Indonesia yang berkembang besar, meski terjadi pelemahan dollar terhadap ripuah. Syarat agar ekonomi Indonesia menjadi besar, katanya apabila wirausaha diberikan peluang untuk mengembangkan usaha.

“Tapi saya titip jangan banyak mikir, masuklah dulu (jadi wirausaha) jatuh ya bangkit lagi. Jangan ada rasa takut masuk dunia usaha,” pesan presiden kepada pesarta GKN yang berasal dari berbagai kampus itu.

Wirausaha nasional juga diminta harus berani mengambil resiko untuk keluar dari zona aman dengan mengembangkan usaha yang lebih berinovatif dan kreatif. Jika tidak usaha yang dikembangkan tidak akan naik kelas.

“Ke depan ini ekonomi kreatif sangat menjanjikan, karena itu wirausaha muda harus memanfaatkan itu,” katanya.

GKN merupakan program tahunan Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan bank Mandiri. Dimana, GKN sudah berhasil melahirkan wirausaha-wirausaha baru di antaranya pada 2012 sebanyak 189 wirausaha, tahun 2013 sebanyak 3.860 serta pada 2014 ada 4.326 wirausaha pemula.

GKN tahun ini memiliki target dan fokus berbeda dengan GKN tahun-tahun sebelumnya. Bila tahun-tahun sebelumnya bertujuan untuk mengentaskan pengangguran, maka untuk tahun ini GKN memiliki fokus mendorong pelaku usaha yang ada agar bisa naik kelas.

Alasannya, karena terjadi ketimpangan pendapatan masyarakat yang kian melebar (giri rasio). Angka giri rasio Indonesia sudah terbilang tinggi yakni sebesar 0,41 persen. Maka penting supaya menaikkelaskan KUKM untuk menyeimbangan giri rasio, salah satunya melalui program GKN.

“Yang kita inginkan adalah tingkat kesejahteraan masyarakat yang merata. Bisa saja terjadi kebutuhan meningkat tapi tidak terjadi pemerataan kesejahteraan karena pertumbuhan ekonomi itu bertumpu di perkotaan, ucap Menkop AAGN Puspayoga.

Menkop mengatakan, apabila pelaku usaha sudah naik kelas maka kesejahteraan mereka bisa meningkat, dengan demikian pertumbuhan enokomi juga akan meningkat.

“Maka dengan demikian tingkat pengangguran akan berkurang, dan kemiskinan. Pada akhirnya masyarakat kita akan sejahtera,” lanjut Menkop. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.