Kamis, 21 Oktober 21

Jokowi Harusnya Copot Jonan Jika Takut Lion Air

Jokowi Harusnya Copot Jonan Jika Takut Lion Air

Jakarta, Obsessionnews – Bukan hanya di saat liburan Hari Raya Imlek saja, Lion Air merugikan para penumpang dengan delay berhari-hari tanpa ada kepastian yang jelas. Tahun 2011 tepatnya bulan Juni, Manajemen Lion Air dipanggil Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena mendapat peringatan keras akibat keterlambatan yang hampir mirip dengan yang terjadi kali ini.

“Alasan Manajemen Lion Air pada saat itu mengaku delay secara beruntun yang dialami maskapai ini akibat migrasi sistem penjadwalan kru dan cuaca buruk yang terjadi namun kemenhub tidak memberikan sanksi apapun,” ungkap Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono, kepada Obsessionnews, Sabtu (21/2/2015).

Tahun 2013 Komisi V DPR RI sudah meminta Kemenhub tidak memberikan izin penambahan rute bagi Lion Air untuk sementara waktu. “Paling tidak, Kementerian Perhubungan tidak memberikan izin trayek dulu, khusus untuk Lion Air yang penerbangannya kerap terlambat dan merugikan konsumen,” tandas Poyuono.

“Sudah cukup catatan Kinerja pelayanan Lion Air yang buruk yang berimbas pada kerugian konsumen. Jangan lagi ketidak beranian untuk memcabut Izin operator Lion Air hanya karena Lion Air yang sudah tumbuh dengan jumlah armada yang besar tapi justru peningkatan kemajuan industri penerbangan malah memberikan pelayanan yang tidak baik bagi masyarakat sebagai konsumen dan mengancam keselamatan penerbangan,” tambahnya.

Apalagi, lanjut dia, sekarang pemilik Lion Air menjadi Anggota Watimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) sehingga mama mungkin Menteri Perhubungan berani memberikan sanksi yang berat bagi Lion Air sampai penghentian sementara izin operasi Lion Air meski Lion Air sudah meyebabkan kerugian pada konsumen dan menganggu ketertiban umum di Bandara.

Hal ini terbukti bahwa negara tidak hadir saat perusahaan penerbangan milik Anggota Wantimpres Rusdi Kirana itu telah membuat kerugian pada masyarakat. “Ketidakhadiran negara terbukti lagi kok Menteri Perhubungan Jonan tidak turun tangan untuk mengecek keadaan yang terjadi,” sesal Poyuono.

Ia pun menilai, buruknya keselamatan dan pelayan jasa penerbangan di Indonesia juga tak lepas dari law enforment yang dijalankan oleh pihak regulator. “Kalau dengan Lion Air, Pemerintah Jokowi tidak tegas untuk menindak dan menghukum Lion Air dengan sanksi berat menghentikan sementara izin operasi Lion Air, artinya Jokowi tidak punya niat melindungi masyarakat,” bebernya.

“Untuk itu Jokowi harus copot Menteri Perhubungan yang terkesan penakut terhadap pemilik Lion Air!” seru Ketua Umum FSP BUMN Berrsatu. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.