Jumat, 29 Oktober 21

Jokowi Harus Perbaiki Kinerjanya

Jokowi Harus Perbaiki Kinerjanya

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memperbaiki kinerjanya agar tingkat kepuasan masyarakat meningkat. Hal ini berkaitan dengan hasil survei yang dipaparkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di Jakarta, Kamis (9/7/2015) sore, yang menyebutkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi masih rendah. (Baca: Jokowi Isyaratkan Reshuffle!)

Menurut SMRC, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Jokowi hanya 40,7 persen. Sementara itu sebanyak 55,7 persen masyarakat menyatakan tidak puas, dan 3,6 persen menyatakan tidak tahu.

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan menemukakan, ada dua hal yang membuat masyarakat tidak puas. Pertama, ekspektasi publik terlalu tinggi atau sangat tinggi. Kedua, Jokowi pada masa awal langsung menaikkan harga BBM, dan itu berdampak langsung di masyarakat.

SMRC membandingkan kinerja Jokowi dengan dua periode masa awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada Juni 2005, tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja SBY mencapai 70 persen. Hanya 26 persen masyarakat menyatakan tidak puas, dan 4 persen masyarakat menyatakan tidak tahu.

“Sementara itu, pada Agustus 2010, kepuasan masyarakat atas kinerja SBY mencapai 66 persen. Hanya 32 persen yang menyatakan tidak puas,” kata Djayadi.

Dia menambahkan, tingginya kepuasan masyarakat atas kinerja SBY disebabkan oleh kondisi bahwa SBY tidak menaikkan harga BBM bersubsidi pada masa awal pemerintahannya. Selain itu, meski sempat terjadi kekisruhan pada tahun 2010 terkait Bank Century, SBY masih dapat mengendalikan situasi saat itu.

“Waktu itu, pertumbuhan ekonomi di atas enam persen. Jadi, meski ada kisruh politik, ekonomi stabil. Masyarakat kan kayak kita, kalau lapar apa-apa jadi marah, kalau kenyang ada masalah sedikit (tetap) oke,” ujarnya.

Survei ini dilaksanakan pada 25 Mei-2 Juni 2015 terhadap 1.220 responden di 34 provinsi. Adapun metode yang digunakan multistage random sampling dengan tingkat margin of error 2,9 persen. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.