Rabu, 12 Agustus 20

Jokowi: Eksekusi Mati untuk Lindungi WNI dari Ancaman Narkotika

Jokowi: Eksekusi Mati untuk Lindungi WNI dari Ancaman Narkotika

Jakarta – Pemerintah Indonesia menolak lobi negara lain dan bersikap tegas mengeksekusi ‎enam orang terpidana kasus narkotika. Presiden Jokowi mengatakan langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk melindungi warga negara Indonesia dari ancaman narkotika.

“Ya memang saya kira kita harus menghormati usaha usaha yang dilakukan oleh negara lain terhadap warga negaranya. Kita juga sama kita juga akan berusaha,” ujar Jokowi di sela-sela gowes sepeda di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (18/1/2015).

Jokowi sudah mendapat laporan dari Jaksa Agung HM Prasetyo soal eksekusi yang dilakukan sejak dini hari tadi. Sebelum eksekusi itu dilakukan Jokowi  mengaku ditelepon Raja Belanda Willem Alexander dan Presiden Brasil Dilma Rousseff yang meminta proses itu dibatalkan.

“Ya memang sudah telepon ke saya Raja Willem Alexander, kemudian Presiden Brasil. Kami sampaikan bahwa eksekusi mati itu oleh pengadilan,” tutur presiden.

Jokowi menghormati setiap upaya negara lain terhadap warga negaranya. Namun tentunya upaya itu tidak bisa menghalangi dia untuk tetap mengeksekusi terpidana narkotika yang oleh pengadilan sudah dijatuhi hukuman mati.

Eksekusi mati bagi terpidana kasus narkotika menunjukkan upaya penegakan hukum yang tak main-main oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah RI bahkan sudah menjelaskan kepada negara lain supaya menghormati hukum positif di Indonesia.

“Mereka punya tanggungjawab moral berusaha melindungi warga negaranya, tentu akan kembali bahwa masing-masing negara menghormati hukum positif yang berlaku di negara masing-masing,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Eksekusi ‎enam orang terpidana kasus narkotika dilakukan di dua tempat yang berbeda, yakni di Nusakambangan dan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Berikut nama 6 terpidana narkotika yang dihukum mati :

1. Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda).
2. Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI).
3. Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria).
4. Namaona Denis (WN Malawi).
5. Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil).
6. Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam).

(Has)

 

Related posts