Senin, 14 Oktober 19

Jokowi dan Turnbull Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Maritim

Jokowi dan Turnbull Sepakat Tingkatkan Kerjasama Ekonomi dan Maritim
* Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Presiden Jokowi.

Vientiane, Obsessionnews.com – Agenda pertama Presiden Jokowi pada hari terakhir berada di Laos adalah melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di ASEM Villa, Viantiane Laos, Kamis (8/9/2016).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

“Selamat atas kemenangan dalam pemilu,” ucap Presiden memulai percakapan.

Setelah pertemuan, Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan terkait pembicaraan kedua kepala negara tersebut. Salah satunya adalah kerjasama di bidang ekonomi, khususnya masalah daging yang berkaitan dengan impor sapi maupun peternakan sapi.

“Daging ini tidak hanya terkait dengan ‎impor sapi tetapi juga cattle breeding (peternakan sapi). Itu lebih berkelanjutan tidak hanya masalah beli-membeli tetapi kemudian menjadikan ketahanan pangan kita lebih berkelanjutan,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull juga berdiskusi tentang terorisme dan sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang berkaitan dengan kontra terorisme.

“Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama kontra terorisme. Kita sudah bekerjasama lama di JCLEC ( Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation ), ini akan ditingkatkan. Kerja sama informasi intelijen dan cyber juga akan kita tingkatkan,” terang Menlu.

Mengingat kedua negara berperan aktif dalam EAS (East Asia Summit) dan IORA (Indian-Ocean Rim Association), oleh karena itu keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang maritim.

“Australia dan Indonesia akan menjadi negara pertama yang akan mengimplementasikan kerja sama maritim dalam EAS dan terus berperan aktif dalam IORA,” imbuhnya.

Agar kerjasama maritim ini menjadi lebih fokus, Presiden Joko Widodo berharap Australia mendukung Indonesia dalam IUU ( Illegal, Unreported, and Unregulated ) Fishing, dimana terdapat konteks blue economy yang juga diusung oleh Australia.

“Jadi yang utama adalah keamanan maritim dan yang kedua adalah kemakmurannya, jadi keamanan maritim dan kemakmuran maritim ( maritime security and maritime prosperity),” ujar Menlu Retno Marsudi.

Rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Australia juga menjadi topik yang dibicarakan dalam pertemuan ini, mengingat Perdana Menteri Turnbull sudah menyampaikan undangannya sejak berkunjung ke Indonesia pada November tahun lalu.

“Presiden menyampaikan kita coba di koridor bulan November, kita akan lakukan kunjungan kesana,” terang Menlu Retno Marsudi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.