Senin, 18 Oktober 21

Jokowi dan PM Turnbull Bahas IA-CEPA di Hamburg

Hamburg, Obsessionnews.com – Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull sebelum mengikuti acara penyambutan resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Pertemuan tersebut digelar di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman, Jumat (7/7/2017) pukul 08.30 waktu setempat. Presiden Jokowi bersama delegasi Indonesia tiba lebih dulu, disusul PM PM Malcolm Turnbull beserta jajarannya.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, diantaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Seskab Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Duta Besar RI untuk Jerman Fauzi Bowo.

Sedangkan PM Malcolm Turnbull didampingi Menteri Keuangan Sen Mathias Cormann, Seskab Martin Parkinson, Sespri Sally Cray, Penasehat Justin Bassi, serta Asisten Pertama untuk Hubungan Internasional HK Yu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pertemuan bilateral ini, kedua pemimpin negara menyinggung soal kelanjutan perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

“Pada saat ketemu dua leaders biasanya akan merealisasikan komitmenya agar perundingan itu betul-betul dapat diselesaikan pada akhir tahun ini,” kata Menlu Retno.

Menurut Retno, pemerintah Indonesia sudah berkomitmen untuk menyelesaikan IA-CEPA tahun ini. Namun pada akhirnya ada hal yang masih dalam tahap akhir pembahasan bersama kedua pemimpin negara.

“Optimis, tadi saya bicara dengan pa Mendag sebelum berpisah di Ankara (Turki) saya tanyakan gimana pa apakah optimis, optimis,” tandas Retno.

Perundingan IA-CEPA pertama dilaksanakan pada September tahun lalu dan putaran ke 7 perundingan telah ditutup pada Jum’at 26 Mei 2017 di Jakarta. Adapun putaran ke-8 akan diselenggarakan di Australia pada 31 Juli-4 Agustus 2017 mendatang.

Pada putaran ke-7 perundingan, Indonesia dan Australia berhasil menyelesaikan perundingan dengan menghasilkan pembahasan yang cukup positif.

Dari perundingan IA-CEPA telah menghasilkan keputusan awal atau early outcomes yang bisa diimplementasikan sebelum penandatanganan perjanjian diratifikasi.

Early Outcomes itu diantaranya kerja sama dibidang pertukaran tenaga terampil, kemitraan bidang ketahan pangan di sektor daging dan sapi, jasa keuangan, rekomendasi IA-BPG, vokasional, busana dan desain perhiasan, inovasi makanan, standar obat dan makanan, produk herbal, dan pemetaan standar.

Berdasarkan studi bersama, perjanjian IA-CEPA ini dapat meningkatkan GDP sebesar 33,1 miliar US$ bagi Indonesia. Selain itu, perjanjian ini dapat meningkatan sumber daya manusia melalui kerjasama Vocational, Education and Training (VET).

Untuk diketahui Indonesia dan Australia memiliki status kemitraan komprehensif sejak 2005, dengan ditandatanganinya Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Komprehensif (Joint Declaration on Comprehensive Partnership). (Has)

Related posts