Sabtu, 23 Februari 19

Jokowi dan Isu PKI

Jokowi dan Isu PKI
* Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: setkab.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Isu hoax yang menyerang Joko Widodo (Jokowi) menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, memang luar biasa. Misalnya, isu bergabungnya Jokowi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Jokowi bukan tidak tahu tentang itu, karena ia setiap hari selalu mendapatkan informasi tentang isu miring tersebut.

Selama empat tahun lebih menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi hanya diam dan tak pernah menggubris isu tersebut. Namun kali ini sepertinya suami dari Iriana ini tidak bisa tinggal diam.

 

Baca juga:

Jokowi Akan Bangun Perumahan untuk Tukang Cukur di Garut

Belot Dukung Jokowi, Wali Kota Cirebon Siap Terima Konsekuensi Apapun

Debat Capres Jokowi Lebih Agresif, Ini Buktinya

Pengamat: Jokowi Lebih Konkret Menawarkan Gagasan Persoalan Hukum

 

“Cara politik yang tidak beretika dan beradab harus dihentikan. Tidak bisa negara berjalan seperti itu. Kita berbeda-beda, kalau dirusak dengan tidak bertata krama akan saya kejar, ini merusak demokrasi,” katanya usai melantik Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Kalau menilik isu tersebut memang tidak masuk akal. Bayangkan saja, Jokowi lahir pada 1961. Sementara PKI dibubarkan oleh pemerintah pada 1965. Artinya, pada saat PKI dibubarkan oleh pemerintah, Jokowi baru berumur 4 tahun.

“Kok bisa jadi aktivis PKI itu dari mana, enggak ada aktivis PKI balita itu, enggak ada. Tetapi di dalam media sosial banyak sekali gambar-gambar seperti ini,” tuturnya.

Jokowi menunjukkan gambar saat Ketua PKI DN Aidit berpidato di suatu panggung. Di dalam foto yang sudah diedit itu, Jokowi berada di dekat DN Aidit.

“Saya cek ini pidato tahun berapa sih? Tahun 55. Saya lahir saja belum, kok sudah ada di dekatnya ini,” kata Jokowi.

Namun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini heran, masih banyak masyarakat yang mempercayai isu bahwa dirinya adalah kader atau simpatisan PKI.

Ada lagi isu yang beredar bahwa  latar belakang keluarga Jokowi  berasal dari Singapura keturunan Tiongkok.

“Padahal ibu saya orang desa dari Boyolali,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan dalam TKD Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di gedung ICE BSD, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Hoax lain yang menyerangnya juga adalah banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal negara Tiongkok yang sering disebut dengan antek Aseng seolah sengaja dibiarkan datang dengan jumlah yang sagat banyak. Tentu saja prang nomor satu di Indonesia ini langsung menepis. Jokowi menunjukkan grafik perbandingan jumlah TKA dengan jumlah penduduk di enam negara.

Di Uni Emirat Arab, serapan TKA mencapai 80,2 persen, Arab Saudi di angka 33,78 persen, Brunei Darussalam sebesar 32,45 persen, Singapore mencapai 24,38 persen, Malaysia sebanyak 5,44 persen, dan Indonesia hanya 0,03 persen. (rud)

 

Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Men’s Obsession Edisi Januari 2019 dengan judul “Jokowi dan Isu tentang Dirinya: Politik Tak Beradab Harus Dihentikan”.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.