Minggu, 24 Oktober 21

Jokowi Bicara Soal Kerjasama Proton Buat Mobnas RI

Jokowi Bicara Soal Kerjasama Proton Buat Mobnas RI

Manila, Obsessionnews – Presiden Jokowi menanggapi proyek kerjasama pengembangan mobil nasional ‎dengan melibatkan pabrikan asal Malaysia, Proton yang tengah ramai diperbincangkan di tanah air. Jokowi mengatakan kerjasama tersebut sebetulnya bersifat business to business ‎yang MoUnya masih dalam tahap awal.

‎”Saya sampaikan belum, studi kelayakannya juga belum. Saya mustikan harus melihat studi kelayakan seperti apa, kemudian targetnya yang musti dicapai itu seperti apa‎,” ujar Jokowi di Manila, Senin (9/2/2015).

‎Jokowi menjelaskan keterlibatan Proton untuk menggarap mobil nasional belum dapat dipastikan, karena harus melalui proses uji kelayakan terlebih dahulu. Meski begitu menurutnya Indonesia saat ini tengah membutuhkan investasi besar sehingga semua presiden membuka peluang investasi baik dari Malaysia, Jepang maupun Korea Selatan.

“Kita ini kan terbuka mau yang dari Malaysia masuk, ya kalau investasi ya silahkan, mau dari Korea juga silahkan, mau dari Jepang yang sudah banyak dan mau investasi lebih besar lagi silahkan, kita butuh investasi,” katanya.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil menambahkan pemerintah turut mendukung kerjasama dengan Proton‎ dalam rangka menciptakan investasi industri. Hanya saja kata dia dalam kerjasama tersebut belum disebut berapa nilai investasinya karena masih dalam tahap uji kelayakan selama enam bulan.

“Tentu langkah berikutnya studi kelayakan. Studi kelayaknnya akan melihat apakah keputusan selanjutnya sebagai hasil studi kelayaan tersebut. Tentu kita sadari pasar mobil Indonesia yang kompetitif akan jadi faktor,” tutur Sofyan.

Sofyan mengaku gagasan untuk membangun mobil nasional sudah lama dicetuskan. Bahkan Presiden Jokowi sudah membicarakan mengenai proyek mobil SMK. Akan tetapi kata dia kalau kerjasama dengan Proton akan bagus karena perusahaan itu sudah advance. Ditambah kehadiran Proton bisa menambah kompetisi dalam industri otomotif Indonesia.

“‎Kalau mulai skretch, Proton lebih advance. Secara internasional ok, secara ekonomi ok dan menambah kompetisi dalam industri otomotif Indonesia kenapa tidak kita dukung. Apalagi bisa menciptakan menurunnya harga-harga mobil kalau ada kompetisi yang sehat,” ‎ungkapnya.

Kerja sama ini dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Proton dengan PT Adiperkasa Citra Lestari (Adiperkasa) untuk membantu Indonesia belajar membangun, mengembangkan, dan memproduksi mobnas. Penandatanganan MoU itu disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/2/2015). (Has)

Related posts