Minggu, 27 November 22

Jokowi Bentuk Task Force, Kawal Implementasi Paket Kebijakan

Jokowi Bentuk Task Force, Kawal Implementasi Paket Kebijakan

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi menginstruksikan Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk membentuk tim Task Force paket kebijakan ekonomi.

Tim Task Force ini tidak hanya mengawal implementasi paket kebijakan di pemerintah pusat, tapi juga ke daerah.

“Mengawal sampai betul-betul berjalan. Task Force ini berada di bawah Presiden,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas evaluasi paket kebijakan ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Presiden menegaskan, proses monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program-program prioritas, termasuk paket kebijakan harus terus dilakukan, baik dengan turun lapangan mengecek langsung, dan juga untuk melihat dari sisi perjalanan prosedurnya.

Presiden tidak ingin semua regulasi yang ada di paket kebijakan tersebut selesai akan mendapat hambatan-hambatan kembali karena tidak dikawal.

“Saya akan selalu cek lagi, cek lagi paket ini berjalan efektif dan saya ingin memastikan paket ekonomi yang dikeluarkan sudah berjalan,” katanya.

Pemerintah sampai saat ini sudah mengeluarkan 12 paket kebijakan. ‎ Paket kebijakan jilid I diumumkan pada September 2015.

Paket tersebut beberapa diantaranya mengatur mengenai penguatan pembiayaan ekspor nasional, kebijakan pengembangan kawasan industri, stabilitas harga komoditas pangan, hingga pemberian raskin ke-13 dan ke-14.

Sedangkan paket terakhir atau paket jilid 12 dikeluarkan pada Kamis (28/4/2016). Paket yang diumumkan langsung oleh Jokowi tersebut menyasar kemudahan berusaha bagi para pelaku UMKM.

Jokowi mengungkapkan dari 203 total regulasi yang masuk paket ekonomi I hingga XII, sebanyak 193 aturan sudah selesai dibahas.

“Artinya sudah selesai 95 persen, tinggal 10 regulasi atau 5 persen lagi yang sedang finalisasi pembahasannya,” kata Jokowi.

Presiden ingin deregulasi ini memberikan dampak psikologis yang positif dengan menguatnya kepercayaan para pelaku ekonomi.

“Kepercayaan itu harus dijaga dengan konsentensi, keberlanjutan, maupun adanya perubahan nyata di lapangan,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.