Rabu, 1 Februari 23

Jokowi Belum Mau Ambil Alih Freeport

Jokowi Belum Mau Ambil Alih Freeport

Jakarta, Obsessionnews – Menjawab tuntutan mahasiswa agar pemerintah mengambil alih pengelolaan tambang PT Freeport, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menegaskan hal itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, sebab kontrak Freeport baru akan habis tahun 2021.

Pratikno mengatakan saat ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM akan menjaga agar secara bertahap kepemilikan Indonesia semakin besar. Disamping itu, akan pula diupayakan agar manfaat fiskal dan ekonomi Indonesia dari Freeport juga akan semakin besar.

“Terobosan yang tengah dilakukan adalah melalui UU Minerba, pola hubungan antara negara dengan Freeport yang semula setara dalam format kontrak karya, akan diubah menjadi Ijin Usaha Pertambangan yang menempatkan posisi negara kita lebih kuat,” jelas Pratikno di melalui siaran persnya, Senin (25/5/2015).

Mensesneg mengutarakan bahwa jalan pikiran yang menuntut untuk melakukan pemutusan sepihak terkait Freeport tidak akan menyelesaikan masalah, namun justru menimbulkan masalah baru, yakni ekonomi Papua akan menderita.

“Itu akan berdampak pada urusan politik, iklim investasi akan rusak, dan geopolitik Indonesia sebagai leader di kawasan Asia Pasifik aka semakin dilemahkan,” ujar mantan Rektor UGM itu.

Penjelasan Mensesneg ini sekaligus mewakili Presiden Jokowi. Karena alasan kesibukan lain presiden tidak bisa menerima perwakilan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Istana Merdeka.

Saat bertemu dengan sejumlah pejabat di Bina Graha, Jakarta, Kamis (21/5/2015) lalu, mahasiswa menuntut agar pemerintah mencabut subsidi BBM, nasionalisasi Blok Mahakam dan Freeport, pengadilan Ad hoc HAM, serta masa perkuliahan dan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Menurut Mensesneg tuntutan tersebut sebagian sudah dijawab oleh Presiden Jokowi saat makan malam bersama perwakilan BEM se-Indonesia. Namun demikian kata dia, presiden bersedia membuka ruang dialog dengan mahasiswa di waktu lain.

“Namun demikian, dialog antara Presiden dengan mahasiswa dapat dilakukan lagi lain waktu, yang bisa melibatkan komponen mahasiswa lainnya,” terang Pratikno. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.