Selasa, 30 November 21

Jokowi Bebaskan Lima Tapol Asal Papua

Jokowi Bebaskan Lima Tapol Asal Papua

Jayapura, Obsessionnews – Lima orang tahanan politik asal Papua akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah Presiden Jokowi mengabulkan permohonan grasi yang diajukan para terpidana tersebut sebelumnya. Proses pembebasan lima tapol dipimpin langsung oleh presiden di Lapas Abepura di Kamkey, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura.

“Pada hari ini telah kita bebaskan lima orang ini adalah upaya sepenuh hati pemerintah dalam rangka untuk menghentikan stiga konflik yang ada di Papua,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya, Sabtu (9/5/2015).

Kelima tapol tersebut adalah Apotnalogolik Lokobal (20 tahun penjara), Numbungga Telenggen (penjara seumur hidup), Kimanus Wenda (19 tahun penjara), Linus Hiluka (19 tahun penjara) dan Jefrai Murib (penjara seumur hidup).

Presiden mengatakan pemberian grasi ini merupakan langkah awal untuk membangun Papua ke depan tanpa ada lagi konflik. Presiden menginginkan supaya upaya untuk membangun Papua harus dilakukan dengan pendekatan pembangunan dan pendekatan kesejahteraan.

“Oleh sebab itu, kami ingin mengajak semuanya, baik yang ada di dalam maupun di gunung. Lupakan yang lalu-lalu kita ingin menetap semua ke depan tidak ingin ungkit yang lalu-lalu, buka lembaran baru,” tutur Kepala Negara.

Kelima tapol divonis bersalah karena terlibat pembobolan gudang senjata Kodim 1710/Wamena pada 2003 lalu. Sebelumnya penahanan mereka dipindah ke Lapas Makasar dan kemudian dikembalikan ke Papua. Kelima tapol ini berada di Lapas Abepura guna menyelesaikan administrasi grasi dengan petugas lapas.

Menteri yang ikut mendampingi presiden diantaranya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menko Polhukam Tedjo Edhi Purdijatno. Hadir pula Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Moeldoko serta Kepala Lapas Abepura Bagus Kurniawan. ‎(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.