Rabu, 12 Agustus 20

Jokowi Bahas Pembentukan Badan Cyber Nasional

Jokowi Bahas Pembentukan Badan Cyber Nasional

Jakarta – Presiden Jokowi memanggil sejumlah menteri Kabinet Kerja untuk mengadakan rapat bersama terkait rencana pembentukan Badan Cyber Nasional (BCN). Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Tedjo Edhy Purdijanto turut hadir dalam pertemuan itu.

Menurut Menhan Ryamizard pembentukan Badan Cyber Nasional sangat penting untuk memperkuat pertahanan negara. Sebelum terjadi masalah, kata dia, pemerintah perlu mengantisipasinya dengan membentuk badan ini.

“Untuk memperkuat itu bukan karena ada masalah, belum ada masalah. Tapi sebelum ada masalah, kita harus siap,” ujar Ryamizard di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (6/1/2015).

Ryamizard mengakui Kemenhan sudah memiliki badan cyber sendiri namun, yang akan dibentuk pemerintah sekarang dalam skala nasional. Badan Cyber Nasional diharapkan bisa terbentuk tahun 2016. Pembentukan badan ini juga melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Makanya dibentuk kalau Kemenhan kan sudah ada,” katanya.

Sebelumnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan, apabila BCN dibentuk, nantinya akan memiliki fungsi yang beda dengan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID SIRTII).

Menurutnya, ID-SIRTII hanya memonitoring sensor area internet publik, sedangkan BCN bertugas di sektor kritikal, seperti energi, perbankan dan transportasi publik.

“Keduanya akan saling melengkapi. Bagi saya, bagaimana merapikan, membuat yang ada ini menjadi compliment satu dengan yang lain agar efisien dan cepat, kata Rudi. (Has)

Related posts