Jumat, 30 Oktober 20

Jokowi Akui Potensi Pariwisata Belum Digarap Maksimal

Jokowi Akui Potensi Pariwisata Belum Digarap Maksimal

Bogor, Obsessionnews – Presiden Jokowi mengakui pariwisata Indonesia memiliki potensi besar untuk menarik perhatian wisatawan dari luar negeri dari segi kultur maupun lokasi wisatanya. Namun sayangnya menurut presiden potensi tersebut belum digali secara maksimal.

“Ini yang harus menjadi perhatian kita. Kalau dibandingkan dengan negara tetangga, kita harusnya lebih,” tutur Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Senin (16/2/2015).
Presiden melanjutkan sektor pariwisata Indonesia yang sangat menjanjikan  akan menimbulkan multipliereffect yang positif terutama di bidang perekonomian, apabila potensi tersebut bisa digali dengan baik.

Untuk itu, mantan Walikota Solo itu mengatakan diperlukan strategi agar pariwisata kita lebih baik lagi dan secepatnya melakukan aksi.‎ Ia meyakini, potensi pariwisata Indonesia itu dapat digenjot dengan memperbanyak event-event pariwisata nasional.

“Dengan demikian, wisatawan berdatangan dan dapat mendongkrak roda perekonomian di lokasi wisata tersebut,” ujar okowi.

Namun Presiden mengingatkan, adanya faktor-faktor lain untuk menunjang pariwisata, seperti penerbangan, infrastruktur, dan even-even diperbanyak.

Mendikbud Anis Baswedan menambahkan pemerintah berencana untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sector. Maka untuk mendukung program tersebut presiden mengajak semua kementerian terkait berkumpul untuk menyamakan misi.

“Jadi pemerintah berencana untuk menjadikan pariwisata sebagai leading sector‎,” katanya.

Pesiden Jokowi didampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas kabinet untuk membahas masalah pariwisata. Rapat terbatas ini digelar karena pemerintah ingin menyedot wisatawan mancenegara sebanyak-banyaknya.

Rapat terbatas bidang pariwisata itu juga dihadiri Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menko Perekonomian Sofyan Jalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Luar Negeri Retno LP. Marsudi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Mendikbud Anis Baswedan. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.