Sabtu, 18 September 21

Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Belum Mampu Atasi Kesenjangan

Jokowi Akui Pertumbuhan Ekonomi Belum Mampu Atasi Kesenjangan
* Presiden Jokowi membuka Kongres Ekonomi Umat 2017.

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia sebagai salah satu negara yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan sebesar 5,02 persen. Bahkan di antara negara-negara G20, pencapaian tersebut berada di peringkat ketiga setelah India dan Tiongkok.

“Ini juga patut kita syukuri, tapi perlu dilihat lebih detail, pertumbuhan ekonomi itu yang menikmati siapa?” ujar Presiden Jokowi saat membuka Kongres Ekonomi Umat di Jakarta, Sabtu (22/4/2017).

Meski begitu, Presiden Jokowi tak begitu hepi dengan capaian itu. Karena menurutnya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 itu belum sepenuhnya mempengaruhi tingkat kesenjangan masyarakat (gini ratio).

Data rasio ketimpangan atau gini ratio tahun 2016, berada pada angka 0,397 atau menurun jika dibandingkan dengan gini ratio pada bulan Maret 2015 sebesar 0,408 dan gini ratio bulan September 2015 sebesar 0,402.

“Kalau dibanding tahun sebelumnya, ini sudah turun sedikit. Tapi kita ingin agar ini bisa turun banyak lagi,” kata Presiden.

Dengan intens mengunjungi banyak kota, Presiden memahami betul apa yang diinginkan oleh masyarakat tingkat bawah, seperti buruh, petani, petambak, dan nelayan kecil. Mereka semua menginginkan kehidupan yang lebih baik.

Oleh karenanya, pemerintah mulai meluncurkan Kebijakan Pemerataan Ekonomi di berbagai daerah. Alun-Alun Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah sebagai pilot project.

“Saya tahu betul apa yang diinginkan ekonomi di bawah itu seperti apa. Baik oleh buruh, tani, petambak kecil, nelayan-nelayan kecil kita, agar mereka bisa mendapatkan kue ekonomi nasional ini dengan baik,” ucap Jokowi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.