Minggu, 5 Desember 21

Jokowi Akui Penyederhanaan Perizinan, Pekerjaan Besar

Jokowi Akui Penyederhanaan Perizinan, Pekerjaan Besar

Jakarta, Obsessionnews – Presiden Jokowi menyebut bahwa masalah penyederhanaan perizinan adalah sebuah pekerjaan besar. Presiden pun mengakui bahwa permasalahan perizinan ini memang masih harus dibenahi, tidak hanya pada persoalan kelistrikan, namun juga di semua sektor usaha.

Pernyataan itu dikemukakan Jokowi sekaligus merespon laporan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Kontraktor Mekanikal dan Elektrikal Indonesia (AKLI) dan Pengurus Pusat Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia (APEI) saat pertemuan bersama di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

“Memang perizinan kita ini ruwet, bertele-tele, dari meja ke meja tidak selesai-selesai, yang keempat harus bayar semuanya. Ini yang harus kita selesaikan. Ini adalah pekerjaan besar,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden kemudian menceritakan kegeramannya terkait dengan peraturan daerah yang tidak produktif hingga menyebabkannya harus menghapus 3.143 di antaranya. Menurutnya, di era kompetisi sekarang ini, perlu kecepatan dalam memutuskan dan bertindak di lapangan.

“Kalau aturannya ribet, ruwet, bertele-tele seperti itu kecepatannya dari mana? Saya bisa bicara karena saya pernah mengalami. Bapak/Ibu pasti mengalami juga,” tambahnya.

Presiden melanjutkan ceritanya dengan menunjukkan keheranannya terkait dengan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang hingga berminggu-minggu lamanya. Presiden juga menceritakan pengalamannya ketika datang langsung ke kantor yang mengurus SIUP.

“Saya pernah datang ke kantor yang mengurus SIUP. Saya mau tahu urus SIUP itu berapa hari atau jam. Di sana saya dilayani 2 menit selesai. Saya tanya ini ruwetnya di mana kok yang lain bisa berminggu-minggu?” kata Presiden dengan penuh keheranan.

Dirinya mendapatkan jawaban yang menyebabkan proses tersebut menjadi lama ialah pihak yang menandatangani SIUP tersebut. Saking jengkelnya, Presiden mendatangi langsung ruangan yang dimaksud.

“Saya jengkel, saya naik ke lantai 3 saya datangi. Untung saja kepala kantornya tidak ada,” tambah Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengharapkan semua pihak untuk segera meninggalkan cara-cara lama agar mampu berkompetisi di era persaingan yang sekarang ini tidak bisa ditolak lagi. Untuk itu, Presiden berharap agar semua pihak mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN mendatang.

“Saya yakin kita mampu melakukan itu, tapi harus dengan cepat, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain,” pungkas Jokowi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.