Sabtu, 28 Mei 22

Johan Budi Ungkap Alasan Jadi Caleg PDIP

Johan Budi Ungkap Alasan Jadi Caleg PDIP
* Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Pribowo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi Sapto Pribowo, memutuskan beralih ke jalur politik, dengan menjadi bakal calon anggoya legislatif (bacaleg) periode 2019-2024. Johan maju sebagai bacaleg dari PDIP. 

“Memang benar, saya menjadi calon legislatif dari Partai PDIP,” kata Johan menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (17/7/2018).

 

Baca juga: Daftar Jadi Caleg PDIP, Ini Jejak Johan Budi

 

Johan mengungkapkan sejumlah alasan  mengapa dirinya memilih PDIP sebagai tempat mencari pengabdian di jalur politik. Menurut Johan, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu merupakan partai yang lebih banyak menyentuh dan bicara tentang rakyat kecil. 

“Selain itu, konsep PDIP tentang NKRI berdasarkan Pancasila, serta paham nasionalis religius yang diusung PDIP sesuai dengan prinsip saya dalam bernegara,” ujar Johan. 

Sebelumnya Johan mengaku dipinang untuk menjadi bacaleg dari PDIP. Namun setelah mempertimbangkan selama 6 bulan, ditambah dengan mendapat restu dari sanak keluarga, Johan akhirnya memutuskan menerima pinangan tersebut.

“Tawaran ini akhirnya saya terima dengan pertimbangan saya akan lebih bisa berkiprah dan berbuat lebih banyak buat negara, jika menjadi anggota DPR,” katanya. 

Johan Budi yang juga merupakan jubir Presiden Jokowi itu dikabarkan bakal masuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur VII yang meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek. 

Johan lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 29 Januari 51 tahun lalu itu sebelumnya bukan kader PDIP. Namanya dikenal publik sejak ia menjadi Jubir KPK.

Dia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada 1992. Ia memulai karir sebagai wartawan pada pertengahan ’90-an hingga awal 2000-an. 

Johan kemudian masuk KPK pada era kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki, Tumpak Hatorangan, Erry Riyana sekitar lebih dari 10 tahun lalu. 2005, dia mulai menjadi Staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Setahun kemudian dia menjadi Juru Bicara KPK. 

Pada 2008, dia menjadi Direktur Penindakan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Pada 2009, dia menjadi Kepala Biro Humas KPK hingga 2014. Selanjutnya dia berada di posisi Deputi Pencegahan KPK dan pernah menjadi Pelaksana tugas (Plt) Pimpinan KPK.

Tahun 2015 Johan ikut mendaftar menjadi pimpinan KPK, tapi sayangnya sebagian besar anggota Komisi III DPR tak memberi suara kepadanya. Johan gagal menjadi pimpinan. Tahun 2016, Johan masuk Istana. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuknya sebagai Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi alias Juru Bicara Presiden hingga sekarang. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.