Kamis, 9 Desember 21

Johan Budi Cs Juga Pertimbangkan Mundur

Johan Budi Cs Juga Pertimbangkan Mundur

Jakarta, Obsessionnews – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam akan mengundurkan diri jika Bareskrim Polri tetap melakukan penahanan terhadap Novel Baswedan. Ancaman mundur itu bukan hanya datang dari satu orang akan tetapi lima pimpinan KPK.

“Memang ada wacana bahwa ada pimpinan KPK bukan hanya 1 tapi bisa juga 5 bila penahanan tetap dilakukan karena upaya-upaya yang sudah dikondisikan dengan baik bisa berantakan,” kata Plt. Wakil Ketua KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Johan mengatakan sebagai lembaga hukum KPK tetap berupaya untuk membangun hubungan yang baik dengan polri. Kerjasama dua lembaga hukum ini selalu sinergi dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi bersama. Akan tetapi jika hubungan baik yang telah dibina ini tidak dijaga maka percuma saja dia menduduki kursi pimpinan.

“Pihak-pihak di sana harus menghormati karena ada kepentingan lebih besar antara KPK dan Polri tanpa mengurangi kehormatan wilayah masing-masing termasuk apa yang perlu diusut bareskrim,” terang Johan.

Plt Wakil Ketua KPK Indrianto Seno Adji sebelumnya sudah menyatakan siap mundur. Ia menyatakan pembelaan terhadap Novel adalah upaya untuk menjaga marwah KPK sebagai lembaga penegak hukum.

“Nanti ada upaya lain, kalau jalan lain ini tidak berhasil, saya salah satu pimpinan yang tak punya niat mengejar jabatan saya akan mundur,” kata Indriyanto.

Indriyanto khawatir kasus Novel menjadi pintu masuk bagi polri untuk mengusut kasus-kasus lain yang menyeret beberapa penyidik hingga pimpinan KPK. Maka dia berjanji akan melindungi Novel Baswedan dari “serangan” pihak kepolisian.

“Saya tidak mau lembaga ini sebagai lembaga penegak hukum dipreteli, saya jamin ke Novel dan teman-teman kalau ditahan, saat itu juga saya akan mudur, saya yakin kapal ini (KPK) tidak akan mundur dan tidak akan tenggelam,” tegasnya.

Novel Baswedan ditangkap polisi di rumahnya pada Jumat dinihari, 1 Mei 2015 di rumahnya di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara. Perintah penahanan dilakukan karena Novel sudah dua kali mangkir dari panggilan polisi.

Polisi memperkarakan Novel menggunakan kasus penembakan tersangka pencurian sarang burung walet pada 2004. Meski bukan yang menembak, Novel tetap dijerat polisi karena ketika itu menjabat Kepala Satuan Reserse Kepolisian Resor Kota Bengkulu.

Pada 2012, kasus tersebut digunakan polisi untuk menjerat Novel, yang memimpin penyidikan korupsi Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Kini polisi membuka lagi kasus tersebut setelah KPK menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.