Jumat, 20 Mei 22

JK Ingatkan Jokowi Tak Pikirkan Hasil Survei

JK Ingatkan Jokowi Tak Pikirkan Hasil Survei
* Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres. (Foto IG Jokowi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memahami bahwa elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam beberapa bulan terakhir tak terlalu meningkat tajam. Berbeda dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang cenderung naik dalam waktu ke waktu. Meski dalam beberapa survei Jokowi tetap masih unggul.

Sebagai bagian dari pemerintah saat ini, JK meminta kepada Jokowi untuk tak perlu risau dengan hasil survei. Ia menyarankan lebih baik Jokowi fokus bekerja untuk membangun Indonesia. Sebab dengan itu akan bisa mendongkrak elektabilitasnya.

 

Baca juga:

Ini Kicauan Warganet di Twitter dengan Tagar #JokowiPilihanTepat

LSI: Debat Capres Pertama Jokowi-Ma’ruf Unggul

Kumpulkan 31 Kepala Daerah untuk Dukung Jokowi, Bawaslu Panggil Ganjar

 

“Waktu saya kampanye dengan Pak Jokowi, kalau beliau baca hasil survei, saya bilang ‘tutup, nggak usah dibaca’. Memangnya kalau (elektabilitas) kita naik, kalau gembira, kemudian berhenti kampanye? Atau memangnya kalau rendah, kita menangis, lalu tidak kerja?” kata JK dalam acara Kadin Talks di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

JK berprinsip bahwa yang terpenting dilakukan oleh calon pemimpin bangsa adalah terus bekerja membangun Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu yang selalu disampaikan JK kepada Jokowi agar pemerintah menjadi kuat solid.

“Kita yang paling penting itu kerja keras. Pokoknya kerja maksimal saja, pokoknya di negeri ini harus maksimal saja kerjanya,” tambahnya.

Prinsip tersebut, kata JK, berlaku juga untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bergerak di angka sekitar lima persen, meskipun di bawah target pemerintahan Jokowi-JK untuk mencapai angka tujuh persen.

Wapres mengatakan perkiraan ekonomi terhadap pertumbuhan Indonesia akan selalu muncul karena ada faktor-faktor yang selalu ada dalam menghitung pertumbuhan ekonomi.

“Kalau ekonom bikin perkiraan atau bikin ramalan, (itu) paling enak, paling gampang, karena selalu ada ceteris paribus. Kalau kita begini, akan maju sekian, jadi, kalau terjadi tidak sesuai, (atau) kalau yang salah, mengiyakan,” jelasnya.

Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi stabil dan meningkatkan iklim investasi di dalam negeri. Salah satunya dengan menjalin kerja sama perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement) melalui perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (comprehensive economic partnership agreement) bersama negara-negara lain.

“Oleh karena itu, contohnya, kita mempercepat perundingan free trade dengan macam-macam negara, (seperti) Amerika lagi bekerja, Australia mungkin, kemudian Eropa juga kita kerjakan, agar pasar semakin terbuka,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.