Sabtu, 19 Oktober 19

Jika Target Merosot, Ketum Partai Golkar Bakal Disorot

Jika Target Merosot, Ketum Partai Golkar Bakal Disorot
* Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI H. Agus Santoso, S.Kom., M.M. (Foto: dok. pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.comEskalasi suhu politik pasca Pemilu serentak 2019 tak hanya dirasakan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tapi juga pemilihan legislatif (Pileg), khususnya di tubuh partai politik. Ada kader partai yang gundah karena partainya tak mampu melampaui ambang batas masuk parlemen. Tapi ada juga yang gundah meski partainya lolos  electoral threshold namun target perolehan suaranya merosot.

Ambil contoh Partai Golkar. Ketika partai lawas ini belum menunjukkan peningkatan target, suara-suara kader yang mengultimatum kepempinan Ketua Umum Airlangga Hartarto mulai terdengar.

Adalah H. Agus Santoso, S.Kom., M.M yang juga salah satu Ketua PPK Kosgoro yang sudah wanti-wanti agar perlu ada evaluasi terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, jika nanti hasil keputusan KPU ternyata Partai Golkar tak bisa menembus target sesuai hasil Rakernas meskipun lolos ke parlemen.

“Bukankah Rakernas Partai Golkar di Hotel Sultan pada 23 Maret 2018 lalu  menetapkan target Partai Golkar ialah meraih 18 persen suara di Pileg 2019. Dan sekarang, kalau kita melihat hasil real count KPU untuk Pileg 2019, dari total data masuk sejumlah 17,1 persen dan Partai Golkar baru memperoleh suara 13, 99 persen, kita tunggu saja. Jika ternyata nanti tidak sesuai target Rakernas, saya kira lumrah jika harus ada evaluasi untuk kepemimpinan mendatang,” tegas Agus yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI ini kepada obsessionnews.com, Senin (29/4/2019).

Evaluasi, kata Agus, tak hanya meliputi soal target tapi juga penyebab jika target tersebut merosot.

“Apakah target merosot karena ketua umum juga merangkap menteri? Kalau memang begitu, kita akan sorot, apakah ke depannya nanti seorang ketua umum tidak dibolehkan menjadi menteri atau bagaimana? Karena terus terang, kalau ketua umum menjabat menteri ada kesulitan untuk melakukan konsolidasi karena waktunya terbagi, ini harus dipikirkan kedepan,” tegasnya.

Menurutnya, usulan ini memang baru datang dari dirinya sendiri, dan kelak ia yakin akan mendapatkan dukungan dari mereka yang ingin melihat Partai Golkar lebih maju.

“Karena apa yang saya tegaskan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tapi demi kemajuan Partai Golkar di masa depan,” pungkasnya.  (Rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.