Minggu, 22 Mei 22

Jika Tak Dipimpin Tommy, Golkar Tunggu Lonceng Kematian!

Jika Tak Dipimpin Tommy, Golkar Tunggu Lonceng Kematian!

Jakarta, Obsessionnews – Partai Golkar akan kisruh dan ribut terus apabila dipimpin oleh salah satu dari dua kubu sekarang, yakni kubu Aburizal Bakrie (Ical) ataupun kubu Agung Laksono, sekalipun digelar Munaslub bersama. Karena akan terjadi bahaya laten saling sikut. Untuk membuat Golkar jaya kembali, maka harus dikembalikan ke akarnya dan dipimpin oleh Tommy Soeharto.

“Kalau Golkar masih dikuasai salah satu dari dua kelompok (Ical atau Agung) maka suatu saat akan ribut lagi dan kisruh terus,” ungkap Arief Turatno, mantan Ketua DPP Generasi Muda Trikora, ormas pemuda binaan Tommy Soeharto, Sabtu (30/4/2016).

Ia menyebutkan ada lima keuntungan apabila Golkar dipimpin Tommy Soeharto. Pertama, Tommy relatif darah muda dan sosok segar dibanding orangnya Ical ataupun Agung. Kedua, Tommy bebas konflik dan bisa diterima dua kubu. Ketiga, Tommy adalah anak mantan bos besar Golkar, sehingga disegani Ical maupun Agung. “Keduanya pasti masih ingat pernah menghamba kepada Pak Harto almarhum,” bebernya.

Keempat, lanjutnya, Tommy dapat menyemangati simpatisan Golkar yang goyah akibat konflik internai yang tak kunjung usai. Kelima, tidak ada alternatif lain untuk menyatukan kedua kubu kecuali dengan tampilnya pangeran Cendana tersebut. “Jadi, tidak ada alternatif lain, mau tidak mau harus dukung Tommy,” tuturnya.

Turatno menambahkan, dengan fenomena Ketua DPR RI Ade Komaruddin yang sowan ke rumah Tommy Soeharto, kemarin, berarti Tommy sangat dihargai dan diperhitungkan oleh para elit Partai Golkar. Ia pun yakin apabila Tommy maju menjadi calon ketua umum Golkar pasti didukung oleh Titiek Soeharto dan Mbak Tutut serta keluarga Cendana lainnya. Termasuk didukung Prabowo Subianto sebagai mantan kakak iparnya.

Tommy-Soeharto-4

Bagaimana dengan sikap pimpinan Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai yang menolak Tommy Soeharto? “Soal penolakan Yorrys hanya bersifat sementara. Artinnya, kalau Yorrys diberi/ditawari jabatan menguntungkan, pasti menerima. Ya penolakan-penolakan semacam itu di dunia politik bersifat fluktuatif, tidak permanen juga tidak bisa jadi pegangan,” tegas Turatno.

Ia pun tidak setuju dengan sejumlah kandidat calon ketua umum Golkar seperti Ade Komaruddin dan Setya Novanto, serta Airlangga Hartarto, Aziz Syamsuddin, Idrus Marham, Priyo Budi Santoso dan Syahrul Yasin Limpo. “Dari nama-nama tersebut tidak ada yang setara dengan Tommy Soeharto jika dilihat dari aura kebatinan. Semua nama itu kosong,” paparnya.

Artinya, jelas dia, kalau dari nama-nama tersebut ada yang terpilih maka yang milih keblinger dan Golkar akan berguguran daunnya, sehingga jadilah nanti berringin gundul sehingga tinggal robohnya. “Nah, mustinya syahwat politik mereka harus direm jika Golkar masih mau hidup. Sebab, di tangan mereka itulah lonceng kematian Golkar,” tandasnya.

Sebelumnya, Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengungkapkan, sejumlah calon ketua umum (caketum) Partai Golkar mulai muncul jelas Munas Luar Biasa (Munaslub) Golkar. Di antaranya Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom), Ketua Fraksi Golkar DPR RI Setya Novanto (Setnov), dan Airlangga Hartarto. Tapi, yang akan bertarung dengan sengit dalam Munaslub tersebut hanya Ade Komarudin dan Setya Novanto, yang akan berlangsung secara head to head.

“Saya prediksi Akom dan Setnov akan berlangsung secara head to head. Tapi, sejumlah kandidat yang muncul pada akhirnya akan mengerucut. Sehingga di ujungnya nanti Munaslub Golkar itu akan menjadi ajang pertarungan Ketua DPR dan eks Ketua DPR itu,” tegasnya.

Menurut Bambang, Aziz Syamsudin, Idrus Marham kemungkinan besar diprediksi akan menjadi satu dengan Novanto. Sedangkan Syahrul Yasin Limpo, Airlangga Hartarto, dan Priyo Budi Santoso akan bersatu dengan Akom. “Mahyudin juga sudah komunikasi dengan Akom,” tambahnya.

HMPI Tommy Soeharto 1

Akhirnya, Tommy Soeharto yang bernama lengkap Hutomo Mandala Putra resmi maju sebagi bakal calon (balon) ketua umum (ketum) Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali, NDCC, Nusa Dua, Bali, 23 – 26 Mei 2016.

surat Tommy

Putra Presiden kedua RI Soeharto akan hadir dalam acara sosialisasi rencana penyelenggaraan Munaslub Golkar di kantor DPP Golkar, Jl. Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/5), pukul 13.30 WIB – selesai.

Ketua Panitia Pengarah Munaslub Golkar Nurdin Halid mengundang Tommy melalui surat No. Und 11/SC/Munaslub/IV/2016 tanggal 28 April 2016. Dalam surat itu disebutkan Panitia Pengarah meminta Tommy didampingi sebanyak-banyaknya 10 orang tim suksesnya.

Nama Tommy mulai populer di kancah politik tahun lalu ketika Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Aburizal Bakrie atau Ical dan kubu Agung Laksono. Berbagai kalangan mendesaknya untuk menyelamatkan partai yang didirikan almarhum ayahnya itu. (Ars)

Tommy Soeharto bersama Wasekjen DPP Golkar Ir HM idwan Hisjam yang juga Anggota DPR RI serta mantan Ketua DPD Golkar Jatim.
Tommy Soeharto bersama Wasekjen DPP Golkar Ir HM idwan Hisjam yang juga Anggota DPR RI serta mantan Ketua DPD Golkar Jatim.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.