Kamis, 24 Oktober 19

Jika Jokowi Orang yang Konsisten, Jangan Restui Airlangga!

Jika Jokowi Orang yang Konsisten, Jangan Restui Airlangga!
* Airlangga Hartarto calon ketua umum Partai Golkar.

Jakarta, Obsessionnews.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tengah didesak oleh semua kader untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sebagai upaya penyelamatan partai, lantaran Ketua Umumnya, Setya Novanto, terjerat kasus dugaan korupsi e-KTP. Ada dua nama yang kuat disebut bakal menggantikan Setya Novanto, yaitu Titiek Soeharto dan Airlangga Hartarto.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai keduanya memang punya potensi kuat untuk menjadi ketua umum Partai Golkar dengan kelebihan masing-masing. Airlangga diunggulkan karena ia disukai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Airlangga dianggap bisa bekerja sama dengan pemerintah. Golkar butuh Istana, Istana juga butuh Golkar,” ujar Pangi saat dihubungi Obsessionnews.com, Minggu (10/12/2017).

Sebagai pembantu Jokowi dengan menjabat Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto jelas lebih dipercaya oleh Jokowi. Namun, kata Pangi, jika Jokowi mau objektif dan komitmen dengan janjinya, maka Jokowi mestinya tidak akan memberikan restu bagi Airlangga untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Biarkan Airlangga fokus bekerja sebagai menteri.

“Kita masih ingat komitmen dan meminta Jokowi konsisten. Misalnya Kabinet tanpa syarat, menteri nggak boleh rangkap jabatan dan lain lain sebagainya. Kalau menteri sekaligus ketua umum partai jelas tidak akan bisa fokus mengurai problem fundamental dari level hulu sampai level hilir di institusi kementerian tersebut,” tuturnya.

“Kalau Jokowi komitmen tingkat tinggi dengan janjinya maka Jokowi tidak akan memberi restu Airlangga Hartato sebagai ketua umum, kecuali mundur dari jabatan menteri. Karena pemimpin itu sederhana, yang dipegang kata-katanya dan perbuatannya apakah sejalan atau plin-plan nggak jelas, pagi tahu, sore tempe. Ini sangat berbahaya pemimpin yang hipokrik tersebut,” tambah Pangi menegaskan.

Menurutnya, Istana memang memiliki pengaruh yang kuat dalam keterpilihan seseorang menjadi ketua umum Partai Golkar. Contohnya dalam Munaslub di Bali 2016 lalu, terlihat jelas Jokowi mendukung Setya Novanto melalui tangan Luhut Binsar Panjaitan. Hanya ia mempertanyakan, mengapa Setya Novanto didukung, padahal jelas dia diduga banyak terlibat kasus korupsi.

“Walaupun Setnov sudah rahasia umun banyak kasus hukum yang menyanderanya namun entah menggapa presiden memilih ketua umum Golkar yang relatif bermasalah dan tersandera secara hukum. Menggapa Jokowi tidak memilih ketua umum Golkar yang relatif berintegritas ini menarik,” ungkapnya.

Sama halnya dengan Airlangga, Pangi juga menilai Titiek punya peluang besar untuk memimpin Partai Golkar. Sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar dan juga anggota DPR, Titek memiliki pengalaman dan jaringan yang kuat di internal Partai Golkar baik dikalangan elit maupun di akar rumput.

“Titek punya potensi karena memiliki jaringan yang kuat,” katanya.

Selain itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting ini menilai bagaimanapun Partai Golkar tidak bisa dipisahkan dari Keluarga Soeharto. Sebab partai ini bisa tumbuh besar di era pemerintahan Soeharto, sehingga wajar ada anggapan bahwa Partai Golkar akan kembali jaya jika kembali dipimpin oleh trah Soeharto

“Kalau kita cermati dan analisis lebih dalam bapaknya beliau Soeharto punya saham di Golkar. Bagaimana pun juga Soeharto dan Golkar tak bisa terpisahkan,” jelasnya.

Namun tambahnya, politik sangat dinamis, ke depannya bukan tidak mungkin akan muncul sosok figur alternatif baru sebagai penganti Setya Novanto. Yang pasti kata dia, pengurus DPD Partai Golkar sudah tidak akan mempertahankan Setya Novanto karena pertaruhannya citra Partai Golkar. Kasus Setya Novanto sudah menjadi momok buruk bagi elektibilitas Golkar.

“Sehingga untuk menyelamatkan Partai Golkar diperlukan sosok yang bersih, tidak ada cacat atau tersandra kasus hukum,” pungkasnya. (Albar)

 

Baca Juga:

GMPG Menilai Titiek Soeharto Bersih

Pengamat: Titiek Soeharto Berpeluang Besar Pimpin Golkar

Ingin Benahi Golkar, Titiek Soeharto Siap Jadi Ketum

Polling Twitter: Titiek Soeharto Ungguli Airlangga

Dekat dengan Umat Islam, Titiek Dinilai Tepat Pimpin Golkar

Titiek Soeharto, “Kuda Hitam” Ketum Golkar

Kesetiaan Titiek Soeharto pada Golkar

Dedi Mulyadi: Semua Kader Sepakat Munaslub Golkar

Dedi Mulyadi: Akar Rumput Menghendaki Munaslub Golkar

Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Menteri

Airlangga Klaim Telah Direstui Jokowi

Jelang Munaslub Golkar : Idrus Marham vs Airlangga

Kepada DPP dan DPD Tingkat I, Ical Usulkan Munaslub Golkar

Muchtar: Pengganti Novanto, Pendukung Rezim Jokowi

Publik Sudah Muak pada Setya Novanto

Jika Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet!

Setya Novanto For President

KPK Tegaskan Punya Bukti Kuat Novanto Terlibat Kasus e-KTP

Wapres JK Minta Golkar Gelar Munaslub Gantikan Novanto

Kasus Novanto Episode Terburuk dalam Sejarah Golkar

Politisi Golkar Tuntut Novanto Mundur Sebagai Ketua DPR

Peneliti NSEAS: Novanto Tersangka, Golkar Tidak Akan Menjauh dari Jokowi

Setya Novanto Gandeng Pengacara Kondang Otto Hasibuan

Novanto Resmi Huni Rutan KPK

Syamsuddin: SN Mestinya Legowo Mundur

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.