Jumat, 17 September 21

John De Rantau Shock, Kehilangan Didi Petet

John De Rantau Shock, Kehilangan Didi Petet
* Wartawan Obsessionnews wancara eksklusif dengan Jhon De Rantau Pemakaman Didi Pepet TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Jumat sore (15/5/2015).

Jakarta, Obsessionnews – Wafatnya tokoh theater sekaligus aktor sepanjang zaman, Didi Petet, membawa duka bagi kalangan perfilman Indonesia. Ini juga dirasakan oleh Sutradara ternama John De Rantau. Ia mengaku kaget dengan kepergian Didi Widiatmoko atau akrabnya disebut Didi Pepet, Jumat pagi (15/5/2015).

“Perasaannya pasti sangat kaget, kayaknya saya termasuk yang awal meng-upload keteman-teman. Saya dapat di group Sabar Demi Film Indonesia jam setengah enam, saya tidak percaya, bang Didi sehat-sehat saja kan, shock ajalah, perginya begitu cepat,” ungkap John De Rantau kepada obsessionnews.com saat mengunjungi pemakaman Didi Petet di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Selain membawa duka yang dalam, John De Rantau juga merasa bahagia dan bersyukur, sebab meninggalnya Didi Petet yang juga seorang dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tidak menyusahkan orang lain.

“Tapi saya senang ya, yang namanya orang meninggal, dia meninggalnya di hari yang baik, hari Jumat, dan didatangin oleh banyak orang. Kalau rasa kehilangan, saya sangat kehilangan, dan jangankan saya, seluruh Indonesia kehilangan dia,” ucapnya dengan nada sedih.

:wawancara eklsusif dengan Jhon De Rantau Pemakaman Didi Pepet TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Jumat sore (15/5/2015).
:wawancara eklsusif dengan John De Rantau Pemakaman Didi Pepet TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Jumat sore (15/5/2015).

Di mata Sutradara kondang tersebut, Almarhum Didi Pepet merupakan orang baik. Menurutnya, sosok Didi begitu berkesan dalam memulai karirnya sebagai sutradara.

“Kesannya abang itu terbaik, karena awal karir saya sebagai sutradara beliau yang berikan suport oleh dia dulu. Dan saya jadi wartawan pertama di Media Indonesia yang saya upload cerita tentang Didi Pepet, dan itu satu halaman penuh dan cerita itu saya kasih lihat ke dia. Dia bangga banget, bahwa ada anak sinemotografi bisa berprestasi baru masuk awal saja udah ok gitu,” kenangnya pula.

Didi Petet dan John De Rantau sangat dekat, banyak hal yang membangun kebersamaan mereka. Selain kesan sebagai wartawan dia mengenang banyak pelajaran yang didapat selama hidupnya.

“Hubungan saya sangat dekat lah sama dia, karena saya bermainnya selain sama-masa di IKJ, tapi saya mainnya justru di teater jurusan Mas Didi malah saya belajar directing aktor itu dari Didi dan teman-teman semua,” katanya.

John yang juga sutradara film “Denias, Senandung di Atas Awan” telah belajar bagaimana mendirect, sebab menurutnya kelemahan sebagai seorang sutradara Indonesia directing aktor. Sebab mendirect kata dia tidak diajarkan dikampus sinematografi. Pelajaranya justru dari teman-teman.

“Nah teman-teman itu saya belajar pantonin saya nggak mau jadi aktor saja, saya disuruh dulu jadi aktor oleh Mas Sena dimana almarhum itu main, saya nggak mau saya mau dibelakang layar. Akhirnya saya belajar “mendirect” setelah berbicara dengan aktor, dan storming,” paparnya.

Wartawan Obsessionews di makam Didit Petet yang baru saja dikebumikan, Jumat (15/5/2015).
Wartawan Obsessionews di makam Didit Petet yang baru saja dikebumikan, Jumat (15/5/2015).

Di mata John De Rantau terhadap almarhum kelahiran Surabaya 12 Juli 1956 (58), Didi Pepet seorang inspirator yang luar biasa terutama untuk kalangan IKJ pada khususnya dan para aktor pada umumnya. Seorang penghibur yang bisa dijadikan teladan serta dedikasinya terhadap seni peran.

“Banyak sekali aktor-aktor yang lain terbaik semua karena polesan dari Didi Petet. Mas Didi juga punya sekolahan pribadi kemudian banyak membuat para model-model bisa bermain, kemudian sering juga host di film sebagai seorang aktor gitu,” pujinya.

“Buat saya dia seorang aktor hebat dan saya kehilangan dia sangat dalam, dan saya sangat berduka cita sangat dalam terhadap seni peran Indonesia,” ungkapnya kembali dengan nada sedih.

Almarhum Didi Pepet telah mebintangi film teater dengan memerangi berbagai tokoh, mulai dari Emon dalam Catatan Si Boy, Kabayan Saba Kota, sampai Suwito dalam Pasir Berbisik. Selain itu dunia film dan iklan dirambahnya, juga mendirikan production house dan sebagai dosen di IKJ. (Asma/Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.