Minggu, 25 September 22

JFC, Komunitas Penggemar Memancing yang Populer di Indonesia

JFC, Komunitas Penggemar Memancing yang Populer di Indonesia

Yogyakarta – Berangkat dari sama-sama memiliki hobi memancing, kemudian terbentuklah Jogjakarta Fishing Community (JFC). Forum ini merupakan wadah untuk bertukar pikiran, inspirasi, pengalaman antar sesama pemancing Yogyakarta dengan tidak adanya unsur keterpaksaan maupun ketergantungan.

Motor utama penggerak terbentuknya JFC adalah Andreas Tatang Yuli Purwoko alias Tatang sebagai penggeraknya. Idenya membentuk komunitas penggemar memancing itu mendapat sambutan hangat dari teman-temannya, yakni Mahmud, Apok, Fery, Eko Ardi, dan Rudi Bengong. Tatang didapuk menjadi ketua JFC.

“JFC berdiri enam tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 2009. Bisa dibilang hari kelahiran saya tanggal 15 Juli menjadi hari berdirinya JFC. Berlatar belakang sama-sama menyukai bidang memancing, maka dibentuklah sebuah wadah atau forum ini untuk sharing bagi orang-orang yang suka memancing,” kata Tatang kepada Obsessionnews.com Jumat pekan lalu.

Bercerita soal memancing, Tatang menuturkan orang yang hobi memancing itu sebenarnya tidak ada keterikatan. Tapi mereka lebih senang dengan refreshing, sekadar memancing bersama sebagai bentuk rasa kekeluargaan. Bagi komunitas ini, memancing merupakan wadah untuk mengakrabkan sesama pemancing. Kemudian dari situlah bagi yang belum mengerti soal mancing-memancing bisa berbagi ilmu dari pengalaman masing-masing anggota.

“Selain memancing, JFC juga mengadakan bakti sosial saat Gunung Merapi meletus tahun 2010. Jadi, kumpul-kumpul di JFC ada juga manfaatnya untuk orang lain,” tuturnya.

JFC pertama kali mengadakan event memancing bersama di Depok. Saat itu antusias para anggota dan partisipan bagus sekali. Cukup memberikan wawasan tentang memancing dengan benar. Di acara ini JFC tidak mencari keuntungan sama sekali.

Setelah itu tahun 2011 JFC juga mengadakan lomba memancing surf casting di Bekah Area. Dalam lomba itu ada dua cara memancing, yakni dari atas tebing dan dari atas kapal.

Tak hanya itu, pada malam tahun baru 2013, JFC juga mengadakan memancing dari atas tebing di Bekah Area juga. Saat itu 350 peserta mengikuti dan berpartisipasi dari berbagai penjuru Nusantara, antara lain Jakarta, Banten, Kalimantan, dan Papua.

“Dalam memancing itu harus sabar. Umpan selalu menyesuaikan hasilnya. Memberi umpan yang besar tentunya akan dapat hasil yang besar pula. Tapi jika umpan itu kecil tidak akan mungkin mendapatkan hasil yang besar,” pungkas Tatang. (Anissa Nurul Kurniasari)

Related posts