Senin, 14 Oktober 19

Jerman Mulai Terapkan Pendidikan Agama Islam

Jerman Mulai Terapkan Pendidikan Agama Islam
* Muslim di Jerman (The Washington Post)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ratusan sekolah di Jerman telah membuka kelas agama Islam, baik di tingkat dasar maupun menengah. Pemerintah setempat menganggap pelajaran Islam perlu diajarkan kepada para siswa.

Kelas agama Islam yang dimulai tahun 2000 ini sudah tersebar di 800 sekolah. Meski menjadi mata pelajaran pilihan, kelas ini sudah tersebar di enam belas negara bagian Jerman. Kelas ini membahas tentang Alquran, sejarah Islam, perbandingan agama dan etika keislaman.

Anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat Kerstin Griese menyatakan bahwa Jerman membutuhkan lebih banyak pendidikan agama, “pendidikan agama adalah satu-satunya cara untuk memulai dialog tentang tradisi dan nilai-niai yang kita anut, serta memahami tradisi orang lain,” ujarnya seperti dikutip The Washington Post, Selasa (6/11/2018).

Saat ini sebanyak 54 ribu siswa telah menerima pelajaran agama Islam. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi memetakan potensi siswa yang tertarik mengikuti kelas Islam sejumlah 580 ribu.

Tujuan utama dari kelas-kelas Islam adalah mencegah radikalisme. Seperti diketahui, sejak 2013, lebih dari 1.000 orang meninggalkan Jerman untuk bergabung dengan ISIS dan organisasi teroris lainnya, sebagian besar dari mereka berusia di bawah 30 tahun.

Rauf Ceylan, profesor studi Islam kontemporer di Universitas Osnabrück mengatakan bahwa permintaan untuk pelajaran agama Islam sangat tinggi, “Jerman memiliki tiga pilar pendidikan agama, yaitu keluarga, masyarakat (gereja atau masjid) dan sekolah. Sekolah akan mendidik siswa tentang kedewasaan beragama. Pelajaran agama dimaksudkan sebagai pelengkap sistem pendidikan,” katanya.

Pada 2016, data statistik kependuduan menyebutkan bahwa warga muslim di Jerman berjumlah 4,95 juta atau 6,1 persen dari total penduduk Jerman. Ini sekaligus menjadikan Jerman sebagai negara dengan populasi muslim kedua terbesar di Uni Eropa setelah Perancis.

Meski begitu, siswa muslim di Jerman masih sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Seperti yang dialami oleh Gulendam Velibasoglu, 17, siswa kelas 10 sekolah menengah saat Ia bergaul dengan warga lokal.

“Ketika ada yang bertanya dari negara mana saya berasal, saya selalu menjawab Turki. Jika saya mengatakan Jerman, mereka tidak akan menerima jawaban itu. Mereka akan melihat saya sebagai orang asing, meskipun saya warga negara Jerman,” tuturnya.

Kelas Islam dapat wujudkan integrasi budaya Islam dan Jerman. Tahun lalu, terjadi penolakan besar terrhadap Islam di Jerman. Kampanye “Stop Islamisasi” sempat membuat warga muslim Jerman gelisah, bahkan di poster-poster tertulis “sekolah-sekolah bebas Islam.”

Aksi penolakan terhadap Islam tidak berhenti di situ saja. Awal tahun ini, politisi lokal Jerman membahas larangan jilbab. Namun, sebagian politisi lain justru mendorong ekspansi kelas-kelas Islam di sekolah-sekolah umum. Mereka beranggapan bahwa kelas-kelas Islam akan mewujudkan integrasi budaya Islam dan Jerman. (Bal)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.