Senin, 17 Januari 22

“Jepang-AS Tak Akan Diam Lihat China Serang Taiwan”

“Jepang-AS Tak Akan Diam Lihat China Serang Taiwan”
* Shinzo Abe. (Foto: APCSS)

Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengatakan bahwa negaranya bersama Amerika Serikat tak akan berdiam diri jika China menyerang Taiwan. Ucapan itu diutarakan Abe ketika ketegangan antara China dan Taiwan terus memanas.

“Kedaruratan Taiwan ada kedaruratan Jepang, dan maka dari itu merupakan kedaruratan bagi aliansi Jepang-AS. Masyarakat Beijing, Presiden (China) Xi Jinping khususnya, seharusnya tak memiliki kesalahpahaman soal hal ini,” kata Abe dalam sebuah forum yang dibuat oleh lembaga think-tank Taiwan, Institut Penelitian Kebijakan Nasional pada Rabu (1/12/2021).

Pernyataan itu tak serta merta dikatakan Abe. Dia menilai invasi ke Taiwan dapat mengancam wilayah Jepang, terutama Pulau Senkaku (atau Pulau Diaoyu) yang menjadi titik sengketa Tokyo dan Beijing.

Pulau Senkaku hanya berjarak kurang dari 100 kilometer dari Taiwan. Dikutip CNN, Jepang juga menjadi rumah bagi pangkalan militer AS. Salah satu pangkalan militer AS yang terletak di wilayah selatan Pulau Okinawa berjarak cukup dekat dengan Taiwan.

Tempat itu dinilai menjadi salah satu lokasi penting bagi berbagai dukungan logistik militer AS jika China memutuskan menyerang Taiwan Sementara itu, AS terus menyuarakan dukungan kepada Taiwan meskipun mendapat pertentangan dari Beijing.

Lebih lanjut, Abe berharap hubungan Jepang dan China ke depan tetap akan berkembang. Meski begitu, ia juga berharap Jepang tetap lantang dan tegas menyuarakan posisinya dengan tak merasa terintimidasi dengan China.

“Jepang, Taiwan, dan semua orang yang percaya pada demokrasi perlu terus mendesak Presiden Xi Jinping dan pemimpin Partai Komunis China lainnya berulang kali agar tidak melangkah ke jalan yang salah,” kata Abe.

Abe masih menjadi kepala faksi terbesar Partai Demokrat Liberal yang masih berkuasa di Jepang meski telah mengundarkan diri sebagai perdana menteri pada tahun lalu. Abe pun tetap menjadi salah satu pejabat senior berpengaruh di Demokrat Liberal. (CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.