Selasa, 21 September 21

Jenderal Djoko Santoso Siap Ikut Konvensi Capres PD Kalau Aturan Mainnya Jelas

Jenderal Djoko Santoso Siap Ikut Konvensi Capres PD Kalau Aturan Mainnya Jelas

Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

 

Rudi

Jakarta-Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso siap ikut Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat dengan beberapa pertimbangan. Salahsatunya, konvensi itu harus jelas aturan mainnya, konvensi dilaksanakan secara tulus dan melibatkan penilaian publik secara terbuka serta demokratis.

“Jadi, kalau aturan mainnya sudah diketahui, pak Djokosan (panggilan Djoko Santoso) akan memutuskan ikut konvensi,” demikian ditegaskan Usamah Hisyam, Direktur Eksekutif Lembaga  Indonesia ASA (ormas pendukung Djokosan-red) ketika ditanya  wartawan di  Jakarta, Jumat (21/6).

Untuk itu, Gerakan Indonesia ASA kini tengah mempersiapkan konsep visi, misi, dan program pembangunan nasional (Propenas) lima tahun ke depan (2014-2019) yang dipimpin langsung oleh Djoko yang pernah menjabat Panglima TNI (2007-2010) tersebut.

Seperti dikutip Antara, konsep itu  sedang disosialisasikan oleh Gerakan Indonesia ASA di setiap propinsi yang organnya dibentuk hingga tingkat desa. Usamah mengakui bahwa hingga saat ini Djokosan belum memiliki kendaraan politik, namun pada waktunya partai-partai politik akan memerlukan figur yang tepat untuk mereka usung, termasuk Djokosan. Namun Gerakan Indonesia ASA mensosialisasikan kepada masyarakat kepemimpinan nasional lima tahun ke depan karena diproyeksikan bangsa akan menghadapi sejumlah persoalan mendasar dan rumit. Bila keliru memilih pemimpin, maka bangsa akan bisa menghadapi kondisi kehidupan kian sulit. Persoalan mendasar yang akan dihadapi presiden terpilih lima tahun ke depan, menurut Usamah yang mantan anggota DPR RI dari Fraksi-PP (1997-1999) antara lain pelunasan utang Negara yang sudah mencapai sekitar 2000 triliun. Juga, masalah penyelesaian subsidi BBM, upah buruh dan penyelesaian sengketa tanah yang berkeadilan, pemberantasan KKN, mengatasi kemiskinan termasuk 15 juta rakyat miskin yang belum memiliki rumah tinggal, serta peninjauan kembali UUD 1945 setelah 15 tahun reformasi berjalan yang mengalami empat kali amandemen.

“Untuk mengatasi itu semua, Indonesia membutuhkan seorang pemimpin tegas, adil dan bijaksana, dengan visi, misi dan Propenas apa yang akan dikerjakan bila kelak terpilih menjadi Presiden,” kata Usamah. Selain itu, pemimpin nasional mendatang harus mempunyai kemampuan teknis kepemmpinan dan manajerial yang dapat dilihat dari rekam jejaknya selama ini. Selain itu harus memiliki komitmen untuk mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan Negara serta ‘sudah berdamai dengan dirinya sendiri,’ yakni berjuang semata untuk bangsa bukan golongan atau keluarganya. “Selain itu, pemimpin nasional mendatang perlu memiliki dukungan basis massa, agar seluruh programnya bisa berjalan baik,” kata Usamah yang mengungkapkan, Djokosan telah memiliki konsep visi, misi, dan propenas yaitu Merajut Indonesia ASA yang dimulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi hingga pusat. Djokosan juga telah menegaskan secara terbuka dalam Deklarasi Gerakan Indonesia ASA bahwa dia telah berdamai dengan dirinya sendiri, dan sisa hidupnya akan diwakafkan untuk membayar hutang generasi kepada bangsa dan Negara. Usamah yang mantan Sekjen Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) ini menilai Djokosan mempunyai rekam jejak dan prestasi kepemimpinan serta kemampuan manajerial yang baik. Djokosan adalah lulusan Akademi Militer (1975), sukses dalam penugasan pertempuran di Timor Timur (1976), turut merumuskan konsep Reformasi TNI saat menjabat Wakil Assospol Kassospol ABRI (1998), mengatasi konflik bersenjata di Maluku saat menjabat Pangdam XVI Pattimura (2002-2003). Djokosan berhasil memulihkan situasi dan kondisi keamanan pasca konflik komunal di Poso ketika menjabat KSAD (2005-2007) sekaligus mencetuskan Trisula TNI serta mendirikan Patriot Leadership Development Center, dan terakhir membawa TNI netral dalam Pemilu dan Pilpres 2009 saat ia Panglima TNI.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.