Kamis, 12 Desember 19

Jembatan Long Span LRT Jabodetabek Didesain Insinyur Lokal dari ITB

Jembatan Long Span LRT Jabodetabek Didesain Insinyur Lokal dari ITB
* Konstruksi Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan pada proyek Kereta Api Ringan (Light Rail Transit/LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) memasuki tahap pengecoran terakhir di Jakarta, Senin (11/11/2019). (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com  – Konstruksi Jembatan Lengkung Bentang Panjang ruas Kuningan pada proyek Kereta Api Ringan (Light Rail Transit/LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) memasuki tahap pengecoran terakhir di Jakarta, Senin (11/11/2019).

 

Baca juga: Bangun Jembatan Kereta Box Beton Lengkung, ADHI Pecahkan Dua Rekor MURI

 

Keterangan tertulis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (12/11), menyebutkan sebelumnya Sertifikat Persetujuan Desain untuk pelaksanaan konstruksi Long Span LRT Jabodetabek Ruas Kuningan telah dikeluarkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Hal itu berdasarkan rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Nomor BM.05.03-Mn/733 tanggal 10 April 2019.

Pengecoran terakhir tersebut diisaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, serta Dirut PT Adhi Karya (Persero) atau ADHI Budi Harto pada titik jembatan lengkung yang terletak di persimpangan Jl. HR Rasuna Said dan JI. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Pembangunan jembatan LRT yang dilakukan kontraktor ADHI tersebut berhasil meraih dua rekor muri yang diserahkan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Direktur Utama ADHI Budi Harto. Rekor pertama, yakni Rekor Jembatan Kereta Box Beton Lengkung dengan Bentang Terpanjang dan Radius Terkecil di Indonesia.

Sementera untuk rekor kedua diberikan untuk Pengujian Axial Statistic Loading Test pada Pondasi Bored Pile dengan Beban Terbesar di Indonesia. Adapun spesifikasi dari jembatan tersebut adalah Tipe  Box Girder Beton dengan Radius Lengkung 115 meter, Panjang Bentang Utama sepanjang 148 meter dengan beban pengujian pondasi 4400 ton. Adapun progresnya hingga 1 November 2019, untuk pelaksanaan pembangunan prasana LRT Jabodebek Tahap I mencapai 67,3 persen. Sementara progres tiap ruas antara lain lintas Cawang – Cibubur 86,2 persen, Cawang Bekasi Timur 60,5 persen, dan Cawang – Kuningan – Dukuh Atas 58,3 persen.

Basuki menyampaikan apresiasinya terhadap insinyur lokal yang berperan di balik perencanaan pelaksanaan konstruksi jembatan Lengkung Bentang Panjang 148 meter Kereta Light Rail Transit atau Laju Raya Terpadu (LRT) Jakarta Bogor Depok dan Bekasi (Jabodebek).

“Saya sampaikan apresiasi, sebab jembatan lengkung ini didesain dengan baik oleh Ibu Arvilla Delitriana sebagai insinyur lokal dari ITB. Saya akan hadiahi satu bulan DOM (Dana Operasi Menteri). Desain ini sangat unik dan bisa dipatenkan,” kata Basuki.

Ia menyatakan prestasi Arvila tersebut dapat menjadi pemicu bagi para insinyur Indonesia lainnya untuk diikuti.

Arvilla, kata Basuki, sebelumnya juga telah merancang Jembatan Kali Kuto Semarang, Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta, Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Provinsi Riau, dan Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, serta Jembatan Perawang di Provinsi Riau. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.