Minggu, 25 Agustus 19

Jembatan Comal Bisa Segera Digunakan Pemudik Kamis Ini

Jembatan Comal Bisa Segera  Digunakan Pemudik Kamis Ini

Jakarta – Bagi Anda yang akan mudik ke kampung halaman, antrian kemacetan yang diakibatkan amblesnya jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah. Ada kabar gembira, sebab, Kamis (24/7) mendatang jembatan tersebut sudah rampung diperbaiki dan dapat digunakan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seusai meresmikan Jalan Tol JORR W2 seksi Ciledug – Ulujami, Senin (21/7).

“Meskipun nantinya jembatan Comal sudah dibuka beberapa hari lagi, namun perbaikan secara permanen tetap akan dilakukan pasca arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Djoko.

Djoko menjelaskan, kondisi pondasi jembatan Comal yang terdiri dari dua lajur itu ambrol karena tergerus air, pada Jumat (18/7) yang lalu.

Jembatan Comal sendiri terdiri dari empat lajur, dua jalur untuk Jakarta – Semarang dan dua jalur Semarang – Jakarta. Namun menurutnya, khusus untuk sisi jalur dari Semarang arah Jakarta, dipastikan belum akan dibuka dalam waktu dekat karena kerusakan yang cukup parah.

“Pada sisi (arah dari) Jakarta, dibawahnya tergerus, sehingga bagian kanannya (Semarang – Jakarta) agak parah,” tuturnya.

Djoko menjelaskan, secara umum jalur mudik pantura kondisinya baik, hanya terkendala pada jembatan Comal saja. “Rupanya ada satu titik buat sial itu ada kali yang menggerus pondasi jembatan yang tidak teramati kami semua. Setelah kami cek lagi gerusannya cukup dalam.” kata dia.

Sementara itu Direktur Jendral (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto mengatakan, perbaikan secara permanen pada jembatan Comal akan dilakukan pasca Lebaran.

“Ini masih turun terus struktur tanahnya, yang (sisi) Selatan. Jadi penanganannya tidak bisa darurat. Nanti permanen penanganannya. Paling tidak pengerjaannya 1,5 bulan. Itupun tergantung dari kondisi tanah dan cuaca,” ujarnya.

Djoko Murjanto menegaskan, apabila perbaikan darurat yang sedang dilaksanakan saat ini selesai, pihaknya tetap akan memantau operasional jembatan Comal. “Jadi kita awasi terus. Kalo ada penurunan (kontur) ya kita hentikan. Ada tim 24 jam yang mengawasi. Karena perilakunya sangat dinamis,” tukas dia. (Ipot)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.