Kamis, 26 Mei 22

Jelang Wukuf, Petugas Haji Harus Paham Formula 5-5-3

Jelang Wukuf, Petugas Haji Harus Paham Formula 5-5-3
* Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Bahauddin/MCH2019)

Fase Pra Wukuf

Lukman menguraikan bahwa ada lima kegiatan yang harus diperhatikan oleh para petugas haji pada fase pra wukuf. Pertamapetugas harus mencermati dampak kebijakan penghentian distribusi katering menjelang wukuf di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Karena kalau tidak dikawal dan dipantau dengan baik, maka akan menimbulkan persoalan,” katanya.

Seperti diketahui bahwa antara tanggal 5, 6, 7 dan 14,15 Dzulhijjah 1440H distribusi katering kepada jemaah akan dihentikan.

“Maka saya minta petugas sektor yang berada di hotel untuk mencermati dampak dari kebijakan ini. Harus dilaporkan kemudian dicarikan solusinya,” imbau Lukman.

Keduapetugas harus mencermati dampak penghentian bus shalawat.  Karena sejak tanggal 06 – 14 Dzulhijjah bus shalawat akan dihentikan.

“Itu artinya akses jemaah untuk mencapai haram akan mengalami kesulitan,” tandasnya.

KetigaLukman berpesan kepada petugas agar senantiasa memantau kondisi kesehatan jemaah. Karena sebelum menuju ke Arafah pada 8 Dzulhijjah nanti, ketika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan yang serius bisa segera dirujuk ke KKHI, sehingga nantinya dapat dikelompokkan ke dalam golongan yang harus disafariwukufkan atau tidak.

“Sekarang kita punya dua hari ke depan karena hari Jumat kita sudah mulai bergerak ke Arafah,” cetus Lukman.

Keempat, petugas harus melakukan sosialisasi secara masif kepada jemaah mengenai apa yang akan dilakukan selama berada di Arafah Mudzalifah dan Mina (Armuzna).

Sedangkan poin kelima sebagai poin pamungkas dalam formulasi 5 pra wukuf, Lukman mengimbau petugas agar mengintensifkan bimbingan manasik haji selama di Armuzna.

 

Halaman berikutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.