Rabu, 21 Oktober 20

Jelang Rakornas Gerindra, Belum ada Kepastian Prabowo Nyapres

Jelang Rakornas Gerindra, Belum ada Kepastian Prabowo Nyapres
* Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden rencananya akan diumumkan bersamaan dengan acara Rakornas Partai Gerindra pada Rabu (11/4/2018). Namun, sampai saat ini belum ada tanda-tanda atau kepastian Ketua Umum Partai Gerindra itu akan diusung sebagai capres di Pemilu 2019.

Meski sudah punya koalisi permanen dengan PKS, Prabowo dua kali tak menghadiri deklarasi capres yang digelar internal Gerindra. Saat ditanya soal waktu deklarasi, Prabowo memberikan jawaban mengejutkan dengan menyebut tiket pencapresannya belum pasti. Di internal Gerindra terlihat belum bulat memberikan dukungan kepada Prabowo.

Ketua DPP Gerindra Desmond J Mahesa misalnya, dia mengatakan ada kemungkinan Prabowo tidak jadi diusung sebagai capres. Namun Prabowo lebih memilih menjadi king maker di balik tokoh yang akan didorong Gerindra menjadi penantang Jokowi di Pilpres 2019.

“Kalau kita bicara bertarung atau tidak, ini kita harus melihat apakah Pak Prabowo maju atau memposisikan sebagai king maker,” ujar Desmond J Mahesa di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Desmond menuturkan Ketua Umum Gerindra itu saat ini banyak berhitung politik. Ujung perhitungan politik Prabowo itu, bak sebuah strategi king maker diyakini akan menentukan konstelasi Pilpres 2019.

Strategi itu jelas ujungnya terkait tokoh yang akan didorong Gerindra dan koalisinya ke Pilpres 2019. Sebagai bocoran, paling tidak ada dua nama yang sedang ditimbang Prabowo, yakni mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Muncul hari ini Pak Gatot (eks Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo), ada Anies (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan),” jelas Desmond.

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Fadli Zon sebelumnya mengatakan, deklarasi Prabowo masih menunggu konsolidasi. Rakornas Partai Gerindra menurutnya bagian dari konsolidasi. Namun, ia juga belum bisa memastikan apakah 11 April 2018 Prabowo akan dideklarasikan sebagai capres.

“Mengenai waktu (deklarasi Prabowo), saya kira kami perlu melakukan konsolidasi. Salah satunya melalui rakornas pada 11 (April) besok ini. Itu rakornas pertama yang kami lakukan dalam rangka untuk ke depan menghadapi pilkada dan pilpres,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, Gerindra masih punya kesempatan untuk mengusung capres sampai Agustus mendatang. Untuk itu, 11 April 2018 bukan suatu keharusan bagi Gerindra untuk mengusung Prabowo sebagai capres pada Rabu besok.

“Deklarasi mungkin dari Partai Gerindra kepada Pak Prabowo. Kami mempunyai waktu cukup panjang sampai Agustus. Insya Allah Gerindra tetap dukung Prabowo dan Prabowo siap,” tuturnya.

Prabowo sudah dua kali merasakan panasnya aroma pilpres, dua kali pula jenderal bintang tiga ini merasakan pedihnya kekalahan. Ia pernah menjadi cawapres pendamping Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2004 dan berlanjut dengan duet Prabowo-Hatta Rajasa di Pilpres 2019. Dua-duanya belum membawa hasil positif buat Prabowo. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.