Minggu, 19 September 21

Jelang Lebaran, Kondisi Jalan di Sumbar Sudah Mulus

Jelang Lebaran, Kondisi Jalan di Sumbar Sudah Mulus

Padang, Obsessionnews – Tahun 2015, pemeliharaan jalan di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) terlambat dilakukan, akibat terjadi perubahan nomenklatur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera) yang sebelumnya hanya Kementerian (PU). Meski demikian, Dinas Prasarana Jalan dan Tata Pemukiman (Disprasjaltarkim) Sumbar menjamin jalur mudik aman dilalui saat lebaran

Kepala Disprasjaltarkim Sumbar Suprapto mengatakan, pemeliharaan jalan tahun ini, dianggarkan sebesar Rp200 miliar untuk total sepanjang 3.000 kilometer ruas jalan di Sumbar. Pemeliharaan jalan tahun ini terlambat dari jadwal yang ditetapkan, karena adanya perubahan nomenklatur di pusat.

“Kita upayakan menjelang lebaran nanti tidak ada lagi jalan yang berlubang. Kondisinya sudah muluas,” kata Suprapto kepada obsessionnews.com, Senin (25/5).

Pemelihraan ruas jalan yang lebih diutamakan yang berada di kawasan yang rawan longsor. Titik rawan longsor disepanjang ruas jalan yang ada di Sumbar terdapat 19 titik masing-masing kawasan Bukit Lampu Kecamatan Bu­ngus, Kota Padang, Lembah Anai Kabupaten Tanahdatar, Palupuh, Kabupaten Agam, Muaro Cubadak, Kecamatan Rao dan Panti, Kabupaten Pasaman, Kelok 9 dan Pang­kalan serta Tanjung Balit, Kabupaten 50 Kota.

Kemudian, Talu, Kabupaten Pasaman Barat, Lubuk Sao, Kelok 44 dan Bukik Apik, Kabupaten Agam. Sei Landia, Panorama 1, Panorama 2, Lubuk Selasih, Kayu Aro dan Air Dingin, Kabupaten Solok Selatan. Selain itu, Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung dan jalan Padang–Solok di kawasan Sitinjau Laut dan jalur Sicincin–Malalak.

“Secara umum kondisinya sudah oke. Terutama di kawasan yang rawan longsor kita selalu siagakan alat berat,” ucap Suprapto

Terkait kelancaran transportasi pada saat mudik lebaran, Suprapto menjelaskan, Dinas Prasjaltarkim, mempersiapkan jalur alternatif dengan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Jalur alternatif disediakan sebagai antisipasi kepadatan kendaran selama mudik dan balik lebaran sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ruas jalan yang disiapkan untuk jalur alternatif jalur Sicincin-Malalak. Jalur alternatif dari Padang-Bukittinggi dan sebaliknya, efektif bagi pengguna kendaraan semua arah dan itu dipersiapkan untuk menghindari kemacetan jalur Padang-Sicincin- Bukittinggi yang selalu mengalami kemacetan setiap tahun.

Jelang mudik lebaran, jalur itu sudah bisa dilewati malam hari. Lampu penerang dan rambu-rambu sudah terpasang.

“Masyarakat yang hendak lewat di jalur itu pada malam haru tidak perlu khawatir lagi dan lampu penerang sudah dipasang,” terang Suprapto.

Namun demikian, bagi pengguna jalan tetap diminta untuk berhati-hati jika hujan turun dengan lebat, karena saat hujan jalur itu berkabut. Lampu yang terpasang di jalur itu tidak ada yang memiliki lampu anti kabut. Untuk itu saat hujan, kawasan ini sulit dilewati jika kendaraan tidak memiliki lampu kabut. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.