Senin, 20 September 21

Jelang Lebaran, Bisnis Penukaran Uang Marak

Jelang Lebaran, Bisnis Penukaran Uang Marak
* BERBURU JASA – Jasa penukaran uang pecahan melambai-lambaikan uang pecahan baru kepada pengendara kendaraan di Jalan Pahlawan , Surabaya, Kamis (25/6/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Tiga pekan menjelang hari Lebaran, jasa penukaran uang mulai marak dijumpai di pinggir jalan Pahlawan, Surabaya. Jasa penukaran uang pecahan sudah menjadi rutinitas sejumlah warga di Surabaya. Hal itu seperti dilakukan Mashuri (30) yang membuka jasa penukaran di kawasan Tugu Pahlawan.

“Saat ini belum ramai yang tukar uang pecahan baru,” kata Mashuri jasa penukaran uang musiman ini, Kamis (25/6/2015).

Sehari-harinya berprofesi sebagai sopir angkutan barang, kata Mashuri, ia manfaatkan untuk menjajakan uang senilai Rp5 juta, yang terdiri dari pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, dan Rp10 ribu. Setiap transaksi penukaran, Mashuri biasa mengambil keuntungan sampai 10 persen dari total uang yang berhasil ditukarkan.

“Pokoknya keuntungan sehari lumayan. Mumpung order nyopir sepi, saya manfaatkan situasi sekarang,” jelasnya.

Mashuri satu dari puluhan penjual jasa penukaran uang di sepanjang Jalan Arteri Pahlawan. Mereka duduk di kursi plastik dan berdiri sambil melambai-lambaikan uang baru yang dibungkus rapi. Bahkan, tidak sedikit dari mereka harus duduk diatas tumpukan uang pecahan.

Setiap penjaja hanya berselisih jarak sekitar 10 meter dengan penjaja lainnya.

Ashanul, penjual jasa lainnya mengaku bisnis penukaran uang sangat menguntungkan. Apalagi kalau sedang ramai. Tapi ia tidak mau menyebutkan berapa keuntungan yang diperoleh dalam sehari.

Menurut Jakiyah, ia dan rekan-rekan lainnya sengaja menjual jasa penukaran uang di kawasan Tugu Pahlawan karena untuk menghindari persaingan ketat di Jalan Veteran dan Jalan Bubutan.

“Kalau di sana (Jalan Veteran dan Bubutan) sudah banyak ”, katanya.

Ia menambahkan, ide menggeluti bisnis ini muncul karena saat ini masyarakat membutuhkan uang pecahan dan uang baru untuk Lebaran. Apalagi, katanya, saat ini penukaran uang ke bank sudah mulai dibatasi.

“Pecahan seribu rupiah baru banyak diminati. Sayangnya, sulitnya mendapatkan uang baru pecahan seribu rupiah,” tandasnya. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.