Sabtu, 16 Oktober 21

Jatim Darurat Kanker Servix

Jatim Darurat Kanker Servix

Surabaya, Obsessionnews – Tingginya penderita kanker servix di Jawa Timur (Jatim), membuat Gubernur Soekarwo memberlakukan darurat penyakit mematikan nomor satu di Indonesia itu.

Menurut Soekarwo, penyebab tingginya pasien kanker servix di Jatim karena selama ini pemerintah pusat tidak menganggarkan untuk tindakan preventif dan promotif.

“Selama ini pemerintah pusat ingin membangun masyarakat yang sehat, tetapi belanjanya atau dananya tidak tersedia,” ungkapnya di Surabaya Kamis (5/3).

Dengan meningkatnya jumlah penderita kanker servix, Soekarwo mengharapkan bupati, walikota, dan DPRD memberikan inisiasi kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat. Selain itu juga harus mampu membuat kebijakan agar sistem rujukan dapat berjalan dengan baik.

“RSUD dr. Soetomo mengalami over load pasien,” katanya.

Informasi yang dihimpun obsessionnews.com, jumlah pasien baru kanker servix di RSUD dr Soetomo Surabaya periode Januari – Desember 2014 sebanyak 842 pasien atau 3- 4 pasien baru per hari. Sebanyak 66,79 persen penderita berusia antara 35 tahun – 54 tahun. Dan sebanyak 44,75 persen sudah mencapai stadium III.

Cara pencegahannya, menurut spesialis kandungan yang sekaligus peneliti kanker servix di RSUD dr. Soetomo, dr. Hari Nugroho, Sp.OG, antara lain tidak merokok atau menjauhi orang merokok, menghindari sex dini, menghindari banyak anak, melakukan pap smear, dan vaksin. Bagi pasien yang telah mencapai stadium III ke atas harus melakukan radioterapi.

“Hanya bisa memeriksakan di RSUD Dr. Soetomo. Karena peralatan sangat terbatas, pasien harus menunggu selama lima sampai tujuh bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, menurut data di Indonesia terdapat 17 dari 100.000 penderita kanker servix  baru per tahun terdeteksi (20.928 pasien/per tahun). Bisa dikatakan 2,5 pasien tambahan per jam dan 1,1 orang meninggal per jam.

“Dan yang mengagetkan penderita kanker servix bertambah banyak bukan karena faktor ekonomi, tetapi karena masyarakat masih takut untuk memeriksakan diri,” tandasnya. (GA Semeru)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.