Sabtu, 14 Desember 19

Jaringan Santri Yakin Pulau Jawa Menangkan Jokowi-JK

Jaringan Santri Yakin Pulau Jawa Menangkan Jokowi-JK

Jakarta – Meski sementara ini pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diunggulkan berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count dari beberapa lembaga survei. Namun para relawan Jokowi-JK merasa apa yang ia perjuangan belum mencapai titik maksimal.

Menurut Ketua Presidium Jaringan Santri Pendukung Jokowi-JK, Surya Fermana, banyaknya kampaye hitam pada Pemilu Presiden 2014 sangat mempengaruhi perolehan suara pasangan presiden dan wakil presiden nomor dua itu. Energi mereka 70 persen banyak dihabiskan untuk menepis isu-isu negatif yang berkembang di masyarakat dibanding harus menyampaikan visi misi Jokowi-JK.

Dengan sisa waktu yang sedikit, relawan Jokowi mencoba memetakan basis massa di masyarakat berdasarkan cluster suku sebagai cara yang dinilai efektif. Kedua calon kandidat baik Prabowo maupun Jokowi mempunyai peta sendiri dimana letak kekuatan mereka masing-masing disetiap daerah, begitu juga kelemahan-kelemahanya. Surya sendiri mencoba memaksimalkan potensi yang ada.

“Isu agama tidak pengaruh pada etnis Tionghoa, Batak Tapanuli Utara, Bugis, Bali, Dayak, Bagian Besar Maluku, Babel, Manado, Papua, Toraja dan lain-lain. Isu agama menjadi kental dan masuk pikiran suku Sunda, Melayu, Betawi, Minang, Banjar, Madura, Tapanuli Selatan,” ujar Ketua Presidium Jaringan Santri Pendukung Jokowi-JK, Surya Fermana, melalui siaran pers yang diterima wartawan Minggu (20/7/2014).

Menurut Surya, setiap suku dan wilayah mempunyai kecenderungan yang berbeda. Di sisi lain ada masyarakat yang menginginkan tipe kepemimpinan ksatria priyai, yang lebih mengutamakan ganteng, bertubuh besar, kelihatan tegas dan lugas seperti Prabowo. Tapi di lain pihak ada juga masyarakat yang menginkan tipe pemimpin yang jujur, sederhana dan merakyat.

Dari beberapa suku yang ada di Indonesia, Surya menilai, suku Jawa adalah suku yang tidak terlalu peduli isu agama dan mudah dinetralisir. Rata-rata suku Jawa teridentifikasi Santri dan Abangan, NU-Marhaen. Warga NU yang bersuku Jawa mudah untuk dijelaskan status keagamaan calon. Maka untuk itu, kata Surya, Jawa menjadi suku prioritas yang harus dimaksimalkan untuk perolehan suara. “Orang Jawa mudah mengidentifikasi Jokowi sebagai bagian dari diri mereka,” kata lulusan Master UI tersebut.

Surya juga menegaskan, bahwa kemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres kali ini, sudah meninggalkan mitos Jawa Barat kunci kemenangan, Jabar sulit karena mayoritas suku Sunda. Sedangkan partai pendukung Jokowi mempunyai basis masa yang kuat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kuncinya Jatim, Jabar, dan Jateng kekuatan imbang. Jika menang Jatim, peta pulau Jawa direbut. Dengan kerja keras dan ketepatan melihat pola pilihan suku, Alhamdulillah akhirnya Jatim bisa direbut dan Pulau Jawa dimenangkan pasangan Jokowi-JK,” ucap Surya. (Abn)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.