Kamis, 26 Mei 22

Januari-September 2016, Laba Bersih Maybank Rp1,29 Triliun

Januari-September 2016, Laba Bersih Maybank Rp1,29 Triliun
* Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), Taswin Zakaria (ketiga kiri) dan Direktur Keuangan Thila Nadason (keempat kiri), didampingi Direktur Perbankan Global Eri Budiono (kedua kiri), Direktur Manajemen Risiko Henky Sulistyo (ketiga kanan) dan Direktur Hukum dan Kepatuhan Dhien Tjahajani (kedua kanan). (Foto: Istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com– PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih sepanjang bulan Januari hingga September 2016 sebesar Rp 1,29 triliun. Jumlah tersebut tumbuh secara signifikan 118,4 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 592,23 miliar.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria menjelaskan, peningkatan kinerja perseroan tersebut dikarenakan usaha dalam mengelola risiko dan kedisiplinan serta biaya yang ketat dalam penentuan pricing.

“Kami optimistis dapat menutup tahun keuangan 2016 dengan hasil yang baik dan tetap memperhatikan kondisi pasar yang penuh tantangan hingga akhir tahun ini,” terang Taswin dalam siaran persnya, Senin (24/10/2016).

Maybank menerangkan, penyaluran kredit perseroan hingga kuartal III-2016 tercatat tumbuh 4,4% (yoy) menjadi Rp 116,4 triliun. Sementara itu dari hasil laporan keuangan publikasi perseroan per 30 September 2016 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Minggu (23/10), pendapatan bunga dan syariah bersih Maybank Indonesia tumbuh 14,85% (yoy) dari Rp 4,78 triliun pada menjadi Rp 5,49 triliun.

Peningkatan pendapatan bunga dan syariah bersih ini didorong oleh beban bunga dan syariah yang hanya naik tipis dari Rp 5,52 triliun menjadi Rp 5,63 triliun. Sedangkan pendapatan bunga dan syariah perseroan tercatat tumbuh 7,86% (yoy) menjadi Rp 11,12 triliun.

Peningkatan laba ditopang peningkatan pendapatan operasional dan penurunan beban operasional perseroan. Seperti di September 2016, pendapatan operasional Maybank Indonesia tercatat meningkat 24,37% (yoy) dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 1,99 triliun.

Sementara itu, beban operasional turun dari Rp 4,02 triliun pada September 2015 menjadi Rp 3,75 triliun yang didukung oleh tambahan beban biaya pencadangan yang turun tipis dari Rp 1,59 triliun menjadi Rp 1,58 triliun. Penurunan beban operasional tersebut membuat cost to income ratio (CIR) perseroan turun dari Rp 64,3% pada September 2015 menjadi 55,9% pada September 2016. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.