Rabu, 16 Oktober 19

Janji dan Fakta Banjir Jakarta

Janji dan Fakta Banjir Jakarta
* Banjir di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, di depan SMAN 8 Jakarta, Kamis (16/2/2017). (Foto: Popi Rahim/Obsessionnews.com.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sesumbar Jakarta bebas banjir. Berikut ini janji Ahok dan fakta banjir di Jakarta

Jumat, 21 Agustus 2015

Ahok menjamin Kampung Pulo, Jakarta Timur, akan bebas banjir  setelah dilakukan penggusuran di kawasan tersebut. Pasalnya, setelah selesai gusuran maka normalisasi dan pemasangan sheet piles di Kali Ciliwung yang mengalir di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, bisa dikerjakan.

“Pokoknya kalau itu diatasi, kami jamin tidak akan banjir Kampung Pulo. Saya sudah buktikan waktu saya robohkan 13 ruko di Jatinegara. Orang juga maki-maki saya, dan yang punya sertifikat kita ganti, dan enggak ada yang enggak diganti. Sekarang masih banjir enggak Jatinegara Raya kalau pasang? Enggak lagi,” ungkap Ahok di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2015).

Sabtu, 19 Desember 2015

Ahok  mengklaim Jakarta tidak akan terkena banjir lama, walaupun diguyur hujan selama tiga hari berturut-turut.

“Saya kira, banjir tidak akan lama. Kalau hujan tiga hari berturut-turut sekalipun, begitu berhenti, saya jamin surut,” ujar Ahok di Gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu 19 Desember 2015.

Namun Ahok menuturkan, hal itu tidak akan terjadi, jika pompa air disabotase atau ada bendungan yang jebol.

“Sekarang kamu lihat saja. Semalam, hujan besar enggak? Ada genangan enggak di Jakarta? Hampir enggak ada genangan. Karena hampir semua saluran sudah kita bobok. Kamu lihat saja, kita sudah empat sampai lima kali hujan. Semalam adalah kelima kali hujan besar. Tiga empat kali masih ada kegagalan. Di Jakarta Barat keempat kali masih gagal, itu karena pompanya telat,” ujarnya.

Sabtu, 19 Desember 2015

Ahok menjamin Ibu Kota tidak akan terendam banjir meski kerap dilanda hujan deras. Kecuali bendungan bobol atau pompa pengendali air milik Pemrov DKI disabotase sejumlah oknum.

“Kalau hujan tiga hari berturut-turut sekalipun, begitu dia berhenti, saya jamin surut. Kecuali pompanya disabotase atau ada bendungan yang jebol,” ujar Ahok sebelum Pemaparan Jawaban Gubernur DKI Jakarta atas Pandangan Fraksi-Fraksi terkait RAPBD DKI 2016 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015).

Minggu, 28 Februari 2016

Dalam beberapa kesempatan, Ahok melontarkan keyakinannya bahwa banjir di ibukota tidak akan berlangsung lama. Kalaupun terjadi banjir kata Ahok, tidak akan lebih dari satu hari.

“Saya sudah ngomong berkali-kali, Jakarta tidak akan banjir lebih dari satu hari,” kata Ahok saat acara peresmian Kantor Satrolda Ditpolair Polda Metro Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (27/2/2016).

Jumat, 22 April 2016

Ahok menjamin SMA 8 di Bukit Duri, Jakarta bebas banjir.

“Coba ke sana lihat. Mau kiriman banjir seberapa pun dari Bogor, saya jamin kering SMA 8,” kata Ahok di Balai Kota, Jumat, (22/4).

Menurut Ahok, penanganan banjir di kawasan itu berjalan dengan baik  setelah pemerintah menata dan menertibkan Kampung Pulo.

Penataan itu dilanjutkan dengan normalisasi sungai di wilayah Bukit Duri. Saat ini, genangan air di kawasan tersebut hanya 45 sentimeter.

“Kalau tinggal 45 cm gampang. Buat saja tanggul masuk di atas 45 cm,” kata Ahok.

Rabu, 17 Agustus 2016

Ahok yakin Jakarta tidak akan banjir pada Februari 2017. Hal itu dikatakan Ahok karena dirinya berkaca pada keadaan Februari 2016 yang membuktikan Jakarta tidak banjir.

“Ya (kalau banjir) itu memang nasib kan. Tapi Februari tahun ini kan enggak (banjir)?” kata Ahok di Balai Kota, Selasa (16/8).

Keadaan itu, ujar Ahok, tidak terlepas dari usahanya dalam membenahi sistem drainase di Ibu Kota. Ahok menegaskan dia terus berusaha memperbaiki pompa air dan sekitar 1.080 saluran air di Jakarta. Dia juga menekankan Jakarta bebas banjir jika tanggul beres dikerjakan.

“Sebanyak 1.080 saluran biasanya ditutupi kos-kosan, terus para Ketua RT membiarkan. Jadi ini sedang kita bongkar semua,” ucap Ahok.

Kamis, 16 Februari 2017

Kamis (16/2/2017) siang sekitar pukul 11.45 air masih menggenangi SMAN 8 Jakarta dan permukiman di sekitarnya, Bukit Duri, Jakarta Selatan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Husein Murad menuturkan kronologi banjir di wilayah ini. Ia mengatakan air masih bertahan sejak dini hari.

“Mulai jam 01.00 dini hari banjir, pas 9 jam setelah Katulampa siaga II,” kata Husein di lokasi, Kamis.

Husein mengatakan ketinggian air di Bukit Duri mencapai 80 sentimeter hingga 1 meter. Ketika ketinggian air di Katulampa memasuki status Siaga III atau Waspada, sebagian besar warga yang sudah terbiasa dengan banjir di musim penghujan, telah bersiaga dan bersiap untuk mengungsi.

Jumat, 17 Februari 2017

Bagi  Ahok untuk menuntaskan persoalan banjir di Jakarta, normalisasi sungai adalah kuncinya. Menurutnya, saat ini program pemerintah sudah on the track.

Ahok menyebut, untuk mengatasi banjir akibat dari curah hujan yang tinggi, dia akan menutup lubang-lubang yang ada agar sungai tidak meluap.

“Makanya yang penting lubang-lubang tutup. (Lubang) itu dia akan buang air ke sungai. Nah kalau sungainya tinggi, lebih baik lubang harus ditutup juga. Kalau nggak kan dia (air) pasti balik,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (17/1).

Ahok tidak menjanjikan banjir dapat diatasi dalam waktu yang dekat. Menurut dia, akan panjang jika berdebat soal banjir. Ahok menambahkan, jika satu sungai belum dinormalisasi maka debit air sungai saat hujan turun akan meningkat dan menyebabkan banjir.

“Tapi saya jamin tidak lebih dari 12 jam toh. 3 atau 4 jam akan surut,” kata Ahok. (arh)

 

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.