Sabtu, 23 Oktober 21

Jangan Lagi Pakai Istilah ‘Akal Bulus’ Tapi Pakailah Istilah ‘Akal Fredrich’

Jangan Lagi Pakai Istilah ‘Akal Bulus’ Tapi Pakailah Istilah ‘Akal Fredrich’

Oleh: Imam B Prasodjo

Aku tak tahu mengapa ‘Bulus’ disalahkan? Setahuku hewan yang bernama ilmiah Amyda Cartilaginea ini, justru dalam berperilaku tampak bijak, sabar, dan hati-hati. Coba lihat wajahnya yang lucu. Saat hewan ini berjalan, langkahnya terukur, penuh hati-hati, mengundang simpati. Apakah kita sampai hati, hanya karena ceritera fiktif yang menggambarkan bulus bersikap curang saat belapan lari dengan Kancil, namanya jadi tercemar ? Aku kasihan saat hewan lucu ini digambarkan licik, culas, penuh tipu muslihat. Padahal sekali lagi, itu hanya ceritera karangan belaka yang tak ada dasarnya.

Apa istilah yang lebih tepat untuk menggantikan istilah “akal bulus” ini ? Menurutku, istilah yang lebih tepat adalah “Akal Fredrich.” Daripada mengacu pada ceritera fiktif hewan bernama Bulus, lebih baik mengacu pada tingkah seorang pengacara bernama Fredrich Yunadi dalam membela Setya Novanto, tersangka koruptor kasus e-KTP. Bila diikuti dari awal, dapat kita lihat dengan kasat mata, beragam “akal-akalan” telah dilakukan Fredrich dalam membela kliennya. Pasal demi pasal dibolak-balik, penuh akrobat yang jauh dari akal sehat.

Coba lihat beragam argumen dan cara yang dilakukan, dari soal “Toyota Fortuner”, “Tiang Listrik” hingga “Bakpau”. Dan yang menakjubkan, seperti anda bisa baca dalam link berita ini, dengan akal Fredrich, pengacara ini tanpa sungkan dan malu mencoba menggunakan “pengadilan HAM Internasional” untuk melawan proses hukum yang tengah dijalankan KPK. Bisakah anda bayangkan betapa imajinatifnya akal bulus….eeh… akal Fredrich ini ?

Jutaan rakyat Indonesia, kini tengah disuguhi tontonan tingkah polah “Akal Fredrich” yang penuh kejutan dan… maaf, memuakkan. Bagi para orang tua yang tengah tekun dan fokus mendidik anak-anak, mari kita bimbing anak-anak kita agar mereka berakhlaq mulia, mampu berfikir kritis, kratif dan produktik, dan dijauhkan dari perilaku “Akal Fredrich” yang bagiku sungguh norak dan menyebalkan. Jelas, bagiku ini bukan karakter anak Indonesia yang kita dambakan. Huh..!

#iPras2017

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.