Rabu, 26 Januari 22

Jangan Jadikan Aksi Teroris Pecah Belah NKRI

Jangan Jadikan Aksi Teroris Pecah Belah NKRI

Malang, Obsessionnews.com – Akhir-akhir ini, aksi yang disebut dilakukan teroris marak kembali. Bahkan, aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh ‘teroris’ di Surabaya, kemarin, membuat ketegangan di masyarakat. Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam.yang juga Pengurus DPP Satkar Ulama Indonesia mengutuk insiden tersebut, apalagi kejadian bom di Surabaya itu dilakukan di depan gereja.

Menurut Ridwan Hisjam, peledakan bom tersebut sengaja dilakukan di tempat ibadah untuk memprovokasi masyarakat Indonesia agar memunculkan benih-benih permusuhan antar agama, “Itu jelas tujuannya ingin memprovokasi bangsa Indonesia dengan memecah belah antar agama,” tandas Cak Tatok, sapaan akrab Ridwan Hisjam, Sabtu (13/5/2018).

Apalagi, lanjutnya, beberapa waktu lalu, Narapidana Teroris juga melakukan aksi pembunuhan dan penyanderaan anggota polisi di Mako Brimob Jakarta membuktikan jika teroris belum lenyap di Indonesia.

“Teroris itu seperti virus, bekerja diam-diam dan tiba-tiba. Harus ada hukuman yang setimpal untuk pelaku teroris. Polri harus bergerilia dan ekstra pengawasan terhadap bibit-bibit teroris,” tutur Cak Tatok.

Selain itu, Ketua Dewan Pembina Padepokan Kosgoro K57 juga menegaskan jika aksi teroris tidak ada kaitannya dengan agama tertentu, “Semua agama pasti mengajarkan kebaikan. Jangan sangkut pautkan aksi teroris dengan agama. Jangan sampai kejadian ini membuat kita terpecah belah, jika NKRI runtuh, maka terorislah yang menang,” tegas Politisi Golkar.

Ia pun berpesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan saling menguatkan, “Dengan insiden ini kita harus menunjukkan jika kita kuat, masyarakat Indonesia tidak takut dan tidak mudah terprovokasi, duka korban-korban teroris adalah duka kita semua. Mari kita doakan para korban dan menguatkan satu sama lain, NKRI harga mati,” sarannya.

Sementara kabar terbaru korban ledakan bom bunuh diri yang terjadi di tiga titik gereja di Surabaya bertambah menjadi 10 orang meninggal dan 41 orang mengalami luka-luka. Karena insiden tersebut, penjagaan di beberapa gereja diperketat. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.