Rabu, 22 September 21

Jangan Ada Kemiskinan dan Gizi Buruk di Bandung

Jangan Ada Kemiskinan dan Gizi Buruk di Bandung
* KH. Iman Setiawan Latief

Bandung, Obsessionnews – Jangan ada kemiskinan dan gizi buruk di kota Bandung. Keinginan tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Islam KH Maman Abdurrahman. Untuk mengantisipasi kemiskinan dan gizi buruk khususnya di kota Bandung Persatuan Islam (Persis) Kota Bandung mengajak melakukan jihad ekonomi.

Ajakan  tersebut juga disampaikan ketua PD Persis Kota Bandung KH. Iman Setiawan Latief usai acara Pembukaan Musda VII PD Persis Kota Bandung, Rabu (20/5).

Menurut Iman, seiring dengan ajakan Ketum PP Persis KH Maman Abdurrahman dalam sambutan yang menyebutkan ada 6 Kecamatan di kota Bandung diantaranya banyak anak yang kekurangan gizi, Iman  mengajak para anggota Persis tidak hanya menggelar dakwah di masjid, mushola dan rumah-rumah tapi juga menyampaikan dakwah dengan prilaku keseharian.

“Selama ini kita memang hanya melakukan dakwah di masjid dan di rumah-rumah, dalam hal ini gerakan sosial ekonomi juga harus digerakan,” tegasnya.

persis

Iman mengajak agar dapat merealisasikan Islam sebagai Rahmatan lil alamin “kahartos tur karaos” (bermakna dan terasa.red). Sehingga orang Islam tidak hanya mengawang-ngawang di langit tapi juga membumi sehingga terasa eksistensinya oleh masyarakat luas.

“Teknis jihad ekonomi tandas Iman akan dibicakan pada Musda tersebut, karena menurut Iman sangat sulit untuk mengentaskan kemiskinan, tandas Maman.

Menurutnya, Musda kali ini juga menolak kehadiran Syiah, karena sejumlah ajarannya telah menyimpang seperti kalimat syahadat yang berbeda dengan umumnya umat Islam, pengakuan sahabat Nabi hanya kepada sahabat Ali bin Abi Thalib, membolehkan nikah Mut’ah atau kawin kontrak dan lain-lain.

Di sisi lain, ketum PP Persis juga menilai kepemimpinan di kota Bandung sudah bagus dengan adanya penilaian dari sejumlah survey yang menyebutkan dua Walikota terbaik di Indonesia adalah kota Bandung dan Kota Surabaya. Persis juga mengajak umat Islam tidak konsumtif dalam membelanjakan keuangan keluarga serta mampu menjadi contoh ditengah degradasi moral bangsa saat ini. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.