Sabtu, 27 November 21

Jalur Tol Bawen-Salatiga Terancam Tak Dipakai Arus Mudik

Jalur Tol Bawen-Salatiga Terancam Tak Dipakai Arus Mudik

Semarang, Obsessionnews – Keinginan Kementerian Pekerjaan Umum, Basuki Hadimuljono atas penggunaan Jalur tol Semarang-Solo seksi III Bawen-Salatiga sebagai pengurai kemacetan saat Lebaran 2016 kemungkinan besar akan kandas. Pasalnya, konstruksi tol sepanjang 17,6 kilometer itu masih belum selesai. Terutama di jembatan Tuntang sepanjang 370 meter dan tinggi 56 meter yang belum jadi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sendiri menyatakan bila kesiapan teknis tol tersebut belum layak, maka tidak perlu dipakai terlebih dahulu. Ia mengatakan jika keselamatan pemudik lebih penting ketika arus mudik hari raya Idul Fitri nanti.

“Kalau tidak bisa dipakai ya jangan dipaksa. Tapi ya terus kita dorong (pengerjaannya), ” ujarnya, Senin (13/6/2016).

Tol Bawen-Salatiga, lanjut Ganjar, adalah jalur alternative yang khusus disiapkan untuk arus mudik. Tol ini berfungsi mengurai kemacetan di pintu keluar tol Bawen yang sering dilewati pemudik tujuan Solo dan Yogyakarta. Ganjar masih menunggu hasil uji kelayakan terkait bisa beroperasinya tol tersebut atau tidak.

“Kalau siap kita langsung pakai, kalau tidak ya jangan. Ngapain kita memaksakan satu jalur tapi keamanannya mengancam. Kan bahaya, lebih baik tunggu sampai betul-betul siap, ” tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono pada 27 Mei 2016 lalu meninjau pengerjaan tol Bawen-Salatiga. Saat itu, Basuki mengakut sangat optimis jalur tol bisa digunakan saat H-7 lebaran nanti.

Ia bahkan memaparkan antisipasi lain bagi pemudik guna menghindari jembatan Tuntang yang macet. Alternatif itu adalah pembuatan jalur masuk baru yakni pemudik diarahkan ke jalan nasional arah Salatiga, melewati perkebunan milik PTPN IX di Dusun Mengkelang, Desa Asinan, Bawen, Kabupaten Semarang. Lewat jalur tersebut, kendaraan lalu masuk kembali di tol Tuntang.

Terpisah, Staf Teknik dan Operasi Trans Marga Jateng, Ari Nugroho menjelaskan kepastian pengoperasian jalan tol masih menunggu instruksi resmi dari Kementrian PU. Pihaknya menyatakan jika sampai awal Juni pengerjaan kontruksi tol masih baru mencapai 44 persen.

“Sambil menunggu itu, pihaknya tetap mengejar pekerjaan sesuai perencanaan. Intinya tol ini kan pengurai kemacetan, jika tidak dibuka ya tidak apa-apa, daripada menanggung resiko keselamatan, ” katanya. (ihy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.