Rabu, 29 September 21

Jalur Mudik Lintas Sumbar Aman Dilalui Selama Lebaran

Jalur Mudik Lintas Sumbar Aman Dilalui Selama Lebaran

Padang, Obsessionnews – Selama Lebaran tahun ini, kondisi jalur lintas di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) aman dilalui pemudik, karena jelang mudik lebaran, kondisinya sudah bagus.

Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Pemukiman (Disprasjal Tarkim) Sumbar, Suprapto mengatakan, tahun ini dianggarkan sebesar Rp200 miliar untuk pemelihraan jalan sepanjang 3.000 kilometer di wilayah Sumbar.

“Secara umum kondisi jalan di Sumbar sudah bagus, namun di kawasan rawan longsor masih perlu pemelihraan,” kata Suprapto kepada obsessionnews.com, Kamis (11/6).

Berdasarkan pemetaan Disprasjal Tarkim kata Suprapto, terdapat 19 titik rawan longsor, yang tersebar di sejumlah daerah, yaitu Bukit Lampu, Bu­ngus, Kota Padang, Lembah Anai, jalur lintas Padang-Bukittinggi. Kemudian Palupuh jalur lintas Bukittinggi-Pasaman, Panti, Muaro Cubadak Kabupaten Pasaman. Selanjutnya, Kelok 9 dan Pang­kalan, Tanjung Balit, Kabupaten 50 Kota dan Talu, Kabupaten Pasaman Barat.
Disamping itu, Lubuk Sao, Kelok 44, Bukik Apik dan Sei Landia, Kabupaten Agam. Panorama 1 dan Panorama 2 serta Lubuk Selasih, Kabupaten Solok. Kayu Jao, Air Dingin Kabupaten Pesisir Selatan.

Selain itu, Tanjung Gadang, jalur lintas Padang-Jambi, jalur lintas Padang- Solok di kawasan Sitinjau Laut dan jalur lintas Sicincin – Malalak.

Suprapto menjelaskan, untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama mudik dan balik lebaran, Dinas Prasjal Tarkim sudah mempersiapkan jalur alternatif. Jalur alternatif yang telah dipersiapkan diharapkan dibantu oleh pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan fasilitas pendukung.

“Jalan alternatif dipersiapkan karena dikhawatirkan jalur utama akan padat seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Suprapto.

Sejumlah jalur alternatif yang dipersiapkan ruas jalan Sicincin-Malalak. Jalur ini menjadi alternatif dari Padang-Bukittinggi dan sebaliknya, seperti tahun-tahun sebelumnya.

Khusus jalur lintas Sicincin-Malalak sudah bisa dilewati malam hari, sebab seluruh lampu penerang sudah terpa­sang. Tidak seperti tahun lalu, lampu penerang di sepanjang jalur itu belum berfungsi secara keseluruhan, sehingga masyarakat takut­ melewati jalur tersebut terutama malam hari.

Suprapto meminta kepada pengendara untuk tetap berhati-hati terutama pada saat hujan turun sebab kawasan itu tidak memiliki lampu anti kabut guna membantu pengguna jalan. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.